
Ilustrasi konten dewasa. (Pixabay/Kalhh)
JawaPos.com - Elon Musk memperbolehkan konten dewasa diunggah di platform X. Meski memperbolehkan, aplikasi X memuat sejumlah ketentuan, yaitu setiap konten harus mencantumkan Label Not Safe For Work (NSFW).
Ketentuan itu untuk memberikan tanda bahwa konten di aplikasi X hanya untuk konsumsi orang dewasa. Label NSFW itu berlaku untuk semua jenis tulisan, gambar maupun bentuk visual.
Meski platform X memperbolehkan konten dewasa, tetapi pengguna aplikasi X dari kalangan anak-anak tidak bisa mengaksesnya. Sebab, setiap akun pengguna harus mencantumkan profil kelahiran. Selain itu, X melarang mempromosikan eksploitasi, seksualitas yang membahayakan anak, objektifitas dan perilaku cabul.
Kebijakan itu menuai pro kontra, karena dianggap sangat berani dibandingkan dengan platform lain seperti Instagram, Facebook, Tiktok dan Youtube. Karena X tidak ada batasan dalam perizinan mendistribusikan konten dewasa.
Dengan demikian aplikasi X dianggap tidak aman bagi semua orang, terutama kalangan orang tua yang ,emiliki anak-anak. Para orang tua khawatir anak mereka menonton hal yang tidak seharusnya ditonton.
Apalagi anak-anak zaman ini sangat paham teknologi. Mereka memiliki kemampuan untuk mengakses konten-konten yang belum boleh mereka tonton.
Maka dari itu, peran aktif orang tua sangat diperlukan untuk mengawasi, agar anak mereka menjadi pecandu konten dewasa. Apalagi bagi anak-anak yang sudah diberikan gawai tanpa pengawasan.
Jurnal Pendidikan Anak melansir bahwa Sex Education penjelasan mengenai kesehatan reproduksi, konten negatif, kehamilan, menghindari ajakan dan pencegahan penyakit seksual. Pemahaman ini bisa dimulai oleh orang tua sebagai guru pertama sejak anak masih kecil.
Lalu bagaimana tanda seorang anak telah kecanduan pornografi? Kenali perilaku anak yang melakukan ciri berikut:
Suka mengurung diri dan menghabiskan waktu sendiri di dalam kamar, dengan games dan Internet.
Waspadai anak yang berperilaku seperti demikian. Di sisi lain, perilaku setiap anak berbeda. Maka dari itu, setiap anak harus diawasi. Sebab, anak kecanduan konten dewasa bisa berdampak pada perkembangan otak, gangguan emosi, dan bersosialisasi.
Laman Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunung Kidul melansir beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua untuk mengantisipasi anak-anak mereka kecanduan konten dewasa.
1. Buat aktivitas bersama anak
Banyaknya luangan waktu bisa membuat anak bereksplorasi sendiri. Bagi anak yang sudah pernah menonton mereka akan penasaran dan mulai mencari kembali tontonan tersebut. Aktivitas bisa membantu mengalihkan pikiran untuk lebih positif.
2. Memberikan seks edukasi sejak dini
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
