Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Mei 2024 | 23.25 WIB

Jangan Diam Saja Bunda! Ini 7 Cara Untuk Mengatasi Mom Shaming

 

Ilustrasi. Mom shaming tidak hanya ada di media sosial, tapi juga dapat dialami ibu secara langsung.

 
Jawapos.com - Menjadi seorang ibu pasti tidak mudah. Meski diliputi rasa bahagia, terkadang ada saja komentar-komentar 'pedas' yang bikin ibu kepikiran hingga stress. 
 
Pernahkah Anda mendengar istilah mom shamingMom shaming atau mommy shaming merupakan sebutan bagi upaya memalukan ibu lain, membuatnya merasa bersalah, dan merasa yang dilakukan terhadap anaknya tidak benar. 
 
Secara simple-nya, mom shaming terjadi ketika ada seorang ibu mengkritik ibu lainnya terkait pola asuh anak. Biasanya kritikan ini terkait metode persalinan yang dipilih, pola pengasuhan anak, soal menyusui, penggunaan susu formula, atau apapun yang berhubungan dengan anak.
 
"Kok lahirannya cesar ya Bu, bukan normal. Kalau normal kan berasa menjadi ibu seutuhnya", merupakan salah satu contoh mom shaming yang familiar kita dengarkan.
 
Meski mungkin kesannya hanya komentar sambil lalu, mendengarnya tentu bisa membuat seorang ibu merasa tertekan dan bersalah.
 
7 Cara Untuk Mengatasi Mom Shaming
 
Jika anda menjadi korban mom shaming, ada berbagai tips yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Berikut daftarnya.
 
1. Tutup Telinga
 
Untuk cibiran dan omongan negatif yang sama sekali tidak membangun, cukup diabaikan saja. Saat ada orang yang terus menyudutkan Anda padahal Anda sudah berusaha menjadi ibu yang baik, Anda bisa jaga jarak dengannya.
 
2. Kenali Diri
 
Kembali ke diri sendiri atau mengenali diri sendiri adalah point yang sangat penting. Anda perlu mengakui rasa tidak nyaman tanpa harus membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
 
3. Bersikap Tenang
 
Gunakan rasa humor Anda sebagai senjata melawan penilaian. Apa yang dikatakan oleh para kritikus Anda mungkin akan menjadi bahan tertawaan dalam satu atau dua tahun.
 
4. Membangun Percaya Diri
 
Sebagai seorang ibu baru, Anda rentan menjadi sasaran mommy shaming. Dalam hal ini Anda perlu membangun rasa percaya diri karena sejatinya setiap ibu secara naluri akan dapat menjadi ibu yang baik bagi buah hatinya.
 
5. Harus Terima Kenyataan
 
Anda harus terima kenyataan bahwa Anda tidak bisa menutup mulut semua orang. Untuk itu Anda harus menguatkan dan mempersiapkan diri agar tidak terlalu terkejut ketika mom shaming terjadi.
 
6. Coba Merespons dengan Netral
 
Anda mengalami sendiri salah satu komentar tidak enak soal pengasuhan anak? Cobalah merespons dengan netral, tujuannya agar tidak memancing perdebatan dan lawan bicara akan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pembicaraan.
 
 
7. Fokus dengan Prioritas yang Lebih Penting
 
Meski ada ucapan atau perlakuan buruk yang diarahkan pada kita, cobalah untuk mengalihkan perhatian fokus pada aspek dan hal-hal terpenting yang membutuhkan perhatian Anda. Salah satu cara menghadapi mom shaming adalah dengan fokus pada peningkatan kualitas diri.
 
Mom shaming tidak hanya ada di media sosial, tapi juga dapat dialami ibu secara langsung. Jika Anda mengalaminya, tetaplah berkepala dingin dan lakukan tips-tips diatas.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore