Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2024 | 20.37 WIB

7 Perilaku Orang Sukses yang Memiliki Harga Diri Rendah, Salah Satunya Sering Mencari Validasi

Ilustrasi pria sukses yang terlalu keras dengan dirinya sendiri untuk mencapai kesuksesan yang lebih adalah salah satu tanda dia memiliki harga diri yang rendah. (pexels/ Andrea Piacquadio)

JawaPos.com – Kesuksesan dan harga diri seseorang adalah sesuatu yang berbeda namun sering dikaitkan bersama. Tak sedikit orang yang memberikan asumsi tentang tingkat kesuksesan tinggi secara otomatis disamakan dengan harga diri yang tinggi pula.

Dalam naik turunnya kehidupan, asumsi tersebut tidak semua serta merta diberlakukan sama. Ada beberapa orang yang sukses dengan banyak prestasi namun memiliki harga diri yang rendah.

Harga diri yang rendah ini biasanya dikaitkan dengan attitude seseorang. Attitude sendiri memang tidak bisa dipukul sama rata dengan tingkat kesuksesan orang.

Ada orang sukses dengan attitude baik sehingga memiliki harga diri yang tinggi pula, namun ada pula orang sukses dengan attitude tidak baik sehingga menimbulkan harga diri yang rendah.

Dilansir dari laman Ideapod, terdapat beberapa perilaku orang sukses yang memiliki harga diri rendah diantaranya :

  1. Terlalu sering mencari validasi

Dalam dunia kesuksesan dan harga diri,persetujuan atau kebutuhan akan hal itu merupakan hal yang tersulit dalam menjaga keseimbangan. Seseorang yang sukses dengan harga diri rendah sering mendapati diri mereka terus-menerus mencari validasi.

Pada intinya mereka mempunyai ide bagus dan telah berhasil namun mereka tetap menginginkan pengakuan dari luar. Ibaratnya kesuksesan yang mereka capai bukan semata-mata untuk dirinya namun agar mendapat pengakuan dari orang lain.

Kebutuhan akan validasi yang terus-menerus bukanlah sikap rendah hati justru sebagai indikator terkuat untuk menentukan rendahnya harga diri yang ditutupi oleh pencapaian mereka.

  1. Sering menolak pujian

Orang yang sukses dengan harga diri rendah sering kali kesulitan untuk menerima pujian. Artinya mereka menolak pujian yang berkaitan dengan kesuksesan mereka berasal dari keberuntungan atau faktor eksternal daripada mengakui bakat dan kerja kerasnya mereka sendiri.

Ironisnya, ketidakmampuan menerima pujian terkadang dianggap oleh orang lain sebagai kesopanan palsu atau bahkan kesombongan sehingga semakin mempersulit hubungan interpersonal mereka.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore