
Ilustrasi seseorang yang merasa trauma dan depresi
JawaPos.com – Banyak pasangan di seluruh muka Bumi telah menemukan cinta sejatinya, namun banyak juga pasangan yang harus jatuh bangkit untuk memperbaiki hubungan, atau bahkan selalu dihadapkan dengan perpisahan.
Menurut Devy Desneildawati dalam penelitiannya yang berjudul “Komunikasi Interpersonal Untuk Mengelola Rasa Trauma Pacaran” mengatakan bahwa kecemasan merupakan salah satu gejala trauma psikologis secara emosional.
Kecemasan timbul terhadap terulangnya kembali kesalahan dan kejadian tidak menyenangkan dari pengalaman berpacaran sebelumnya. Komunikasi antar pribadi yang terjalin dalam waktu relatif lama dimungkinkan untuk terbangunnya hubungan menuju pada tahapan intimitas atau keakraban.
Pada tahap ini jika terjadi pemutusan hubungan akan lebih menyakitkan baik untuk satu pihak maupun kedua belah pihak yang berhubungan. Kandasnya sebuah hubungan romantis yang melibatkan dua orang ketika berpisah tentu akan meninggalkan bekas luka pada kedua individu tersebut baik secara fisik, psikis dan sosial, hingga menjadikan seseorang takut akan memulai hubungan baru.
Lantas apakah bisa seseorang yang mengalami trauma tersebut dapat sembuh kembali?
Melansir dari Halodoc.com, terdapat 5 tips mengatasi trauma masa lalu, yakni sebagai berikut:
Hal ini bertujuan agar kamu tidak memendam trauma itu sendiri, setidaknya ada beberapa orang yang kamu percaya untuk menjadi tempat bercerita dari ketakutanmu tersebut, dengan begitu perasaanmu akan sedikit lega. Tidak hanya itu, mereka akan memberikan solusi yang menurutnya terbaik untukmu.
Menghadapi trauma berarti kamu mulai menahan dan menerima jika sewaktu-waktu perasaan itu muncul, karena jika terus-menerus menghindar maka tidak ada perubahan untuk sembuh perlahan-lahan.
Hal selanjutnya yakni selalu bersabar, karena kondisi ini tidaklah sembuh sendirinya. Melainkan dengan beberapa proses, dan dukungan dari orang sekitar. Kamu juga perlu menghadapinya agar hal tersebut tidak membuatmu terpuruk. Lakukan secara perlahan, meskipun memang tidak mudah.
Agar rasa trauma tidak selalu menghantuimu, kamu dapat melakukan hobi dan aktivitas yang menjadi kesenanganmu. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan energi positif yang ada di dalam diri sendiri.
Cara terakhir yakni dengan cara olahraga. Selain menyehatkan tubuh, para ahli juga mengatakan bahwa olahraga merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi efek samping dari peristiwa traumatis dan mengurangi stres.
Itulah beberapa tips yang dapat kamu terapkan dan latih secara perlahan-lahan. Jika dirasa sudah mulai sembuh, maka kamu harus berlatih untuk mulai menerima orang lain tatkala hendak menjalin hubungan. Percaya pada diri sendiri untuk yakin bahwa ada orang yang baik untuk membawamu ke hubungan yang lebih baik. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
