
ILUSTRASI: Penggunaan tabir surya atau sunscreen. (Pexels)
JawaPos.com–Indonesia sebagai negara dengan iklim tropis menjadi alasan kuat mengapa kulit butuh banget sunscreen. Nah, penggunaan atau pengaplikasian sunscreen ternyata perlu banget dan direkomendasikan sejak remaja.
Dokter Prima Bachrul Alam mengatakan, kulit anak dan remaja lebih sensitif dan rentan rusak akibat sinar UV. Sinar UVA dapat mempercepat penuaan kulit dan menyebabkan keriput serta flek hitam. Sedangkan sinar UVB dapat menyebabkan kulit terbakar.
Prima menyebutkan, jika kulit sering terkena radiasi kedua sinar tersebut, risiko terkena kanker kulit pun semakin besar. Selain itu, efek paparan sinar UV bisa dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
”Sunscreen produk yang dapat digunakan sebagai penyaring sinar radiasi UVA dan UVB dan baik untuk digunakan secara rutin setiap hari,” ungkap Prima Bachrul Alam dalam Glow to School, MS Glow.
Selain itu, lanjut Prima, sunscreen juga dapat melindungi kulit termasuk mencegah kerusakan seperti penuaan dini, munculnya bintik cokelat, hingga peningkatan risiko kanker kulit. Tak hanya itu, sunscreen juga bisa menjaga kelembapan dan mencegah kulit kering.
Sunscreen memiliki kandungan sun protection factor (SPF) yang berbeda. SPF (Sun protection factor) lazim tercantum di label kemasan. Lantas, apa perbedaannya?
Prima mengungkapkan, SPF 15 hanya bisa menahan 93 persen radiasi sinar UVB selama 2,5 jam di luar ruangan, SPF 30 mampu menahan 97 persen radiasi dengan tingkat ketahanan mencapai lima jam. Kemudian, SPF 50 mampu menahan sinar UV hingga 8 jam.
”Untuk ibu hamil juga bisa menggunakan sunscreen yang aman, sudah tersedia kok,” terang Prima Bachrul Alam.
Founder MS GLOW Shandy Purnamasari menuturkan, Glow to School juga akan menyasar beberapa sekolah di kawasan lain, selain di Jakarta. Seperti, di Jawa Timur di SMKN 3 Malang, SMAN 4 Malang, hingga SMAN 7 Kediri.
”Kami ke Jakarta juga di SMK Taman Siswa 1 Jakarta,” tutur Shandy Purnamasari.
Shandy berharap awareness terhadap penggunaan sunscreen bisa terbangun dengan baik. Salah satunya dimulai dari level usia remaja.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
