Salah satu mitos Imlek./chinesenewyear.net
JawaPos.com – Tahun Baru Imlek, tak lepas dari beragam mitos dan kepercayaan yang sudah mengakar secara turun temurun.
Biasanya, mitos-mitos dan kepercayaan ini akan menyertai beberapa kebiasaan yang ada di Tahun Baru Imlek.
Itu sebabnya, ada banyak mitos dan pantangan yang terkait dengan Tahun Baru Imlek.
Dilansir dari Chinese New Year, Sabtu (3/2), berikut mitos-mitos yang kerap beredar saat Imlek dan cukup populer di masyarakat Tionghoa.
1. Monster dan Malam Tahun Baru
Pada zaman dahulu, ada monster bernama Nián (年). Biasanya hidup di dasar laut dan muncul setahun sekali untuk memangsa hewan dan manusia. Pada hari ini, semua penduduk desa akan melarikan diri ke pegunungan.
Suatu tahun, seorang pengemis datang mencari perlindungan, tapi semua orang bergegas pergi. Hanya seorang wanita tua yang menerimanya dan dia berjanji akan mengusir Nian. Dia menyibukkan diri dengan mendekorasi rumah.
Pada tengah malam, Nian berjalan tertatih-tatih namun terhenti ketika melihat kertas merah di pintu. Saat ia meraung marah, petasan tiba-tiba berbunyi dan ia gemetar ketakutan. Ketika melihatnya pengemis berpakaian merah itu menertawakannya, Nian hanya bisa lari.
Penduduk desa kembali keesokan harinya dan terkejut karena semua rumah masih berdiri. Mereka menyadari bahwa suara keras dan warna merah adalah kriptonit milik Nian.
Inilah sebabnya, pada Malam Tahun Baru Imlek, keluarga-keluarga makan malam di rumah masing-masing yang dibentengi dekorasi berwarna merah. Pada tengah malam, petasan dibunyikan. Selain itu, orang-orang akan mengenakan pakaian merah yang baru dan meriah untuk merayakannya.
2. Roh Jahat dan Puisi
Salah satu dekorasi berwarna merah yang disukai masyarakat Tionghoa adalah puisi bait Festival Musim Semi (春联 / chūn lián). Mereka ditempel di kedua sisi kusen pintu. Dan Nian bukanlah satu-satunya monster yang diusir oleh puisi-puisi ini!
Lebih khusus lagi, mereka menjaga dari setan yang berkeliaran di dunia manusia pada malam hari untuk mencari masalah. Mereka harus kembali ke dunia bawah saat fajar menurut kepercayaan Tionghoa.
Dua (dekorasi) dewa menjaga pintu masuk, yang berada di bawah pohon persik raksasa. Setan apa pun yang menyakiti manusia pada malam hari akan ditangkap dan diumpankan ke harimau.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
