
Ilustrasi anak-anak cemas./pixabay_Alexas_Fotos
JawaPos.com – Memasuki era digital saat ini, penggunaan media sosial merupakan gaya hidup yang tidak bisa dipisahkan saat ini. Media sosial tidak terbatas tren tapi juga bagian dari kebutuhan hidup yang tidak bisa ditinggalkan.
Penggunaan media sosial juga tidak terbatas pada orang dewasa, tapi semua kalangan menggunakan media termasuk usia anak-anak.
Kita perlu cari tahu, apakah penggunaan media sosial untuk anak-anak itu berdampak positif atau negatif.
Maka dari itu, kita simak penjelasannya mengenai media sosial untuk anak-anak.
Dilansir dari health.clevelandclinic.org menjelaskan mengenai dampak yang diberikan oleh media sosial terhadap usia anak-anak.
Kita ketahui, media sosial punya dampak yang positif bukan berarti tidak memiliki dampak negatif untuk anak-anak.
Sebetulnya, ketika banyak waktu menatap layar dan ekspektasi serta persepsi yang tidak realistis dapat menyebabkan peningkatan risiko kecemasan dan depresi. Bahkan media sosial ini dapat memberikan dampak untuk kesehatan mental.
Meskipun aplikasi media sosial mengharuskan penggunanya berusia minimal 13 tahun.
Pada kenyataannya menurut Surgeon General A.S. mengungkapkan 40% anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun, dan 95% anak-anak berusia 13 hingga 17 tahun pengguna media sosial.
Banyaknya anak-anak dibawah umur atas penggunaan media sosial, sudah diingatkan oleh Ahli Bedah Umum AS tentang bagaimana media sosial mempengaruhi kesehatan mental anak-anak dan remaja.
Bagi anak yang menggunakan media sosial penting untuk memberikan nasihat mengenai apa yang dimaksud media sosial, aturan apa yang harus diterapkan, dan bagaimana media sosial tidak selalu menampilkan hal yang akurat.
“Media sosial memudahkan kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata psikolog anak Kate Eshleman, PsyD.
“Kebanyakan orang mengunggah apa yang mereka ingin Anda lihat di media sosial. Dan dengan menggunakan media sosial, kita semua mempunyai kemampuan untuk mengakses informasi tanpa batas kapanpun kita mau, dan hal itu bisa sangat sulit bagi anak-anak.” Ungkap Eshleman.
Media sosial untuk anak memiliki dampak yang kurang baik, misalnya tidak ada interaksi sosial yang dilakukan oleh sang anak dan memiliki peluang untuk anak mengunjungi situs yang tidak sehat untuk anak-anak.
Selain itu, menurut survei nasional 33% anak perempuan berusia 11 hingga 15 tahun merasa kecanduan sosial serta anak merasa kesulitan untuk berhenti menggunakan media sosial.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
