Menonjolkan sisi romantis, koleksi perhiasan baru Happy Salma lewat merek Tulola terinspirasi dari pertemuannya dengan sahabat saat Purnama. (IST)
JawaPos.com – Aktris yang juga pengusaha, Happy Salma, ternyata memiliki cara yang unik dalam menciptakan koleksi perhiasan terbarunya. Menonjolkan sisi romantis, koleksi perhiasan baru Happy Salma lewat merek Tulola terinspirasi dari pertemuannya dengan sahabat saat Purnama.
“Pertemuan Purnama bukan sekadar penciptaan yang melahirkan karya, ia adalah kenang-kenangan manusia saat melewati sebuah fase dalam kehidupan,” ungkap Happy Salma selaku Founder sekaligus Creative Conceptor Tulola baru-baru dalam konferensi pers.
Diungkapkan Happy, koleksi Pertemuan Purnama lahir ketika menemani sahabatnya, Sri Luce, yang saat itu dalam keadaan tidak baik-baik saja. Keduanya selalu bertemu saat bulan Purnama. Dalam pertemuan tersebut tercipta obrolan-obrolan mendalam, yang tersampaikan pula lewat puisi.
Pertemuan Purnama menjadi penanda awal pertemuan. Saat di mana manusia menepi sejenak, mendengarkan isyarat alam, menyaksikan perubahan gravitasi, dan air laut pasang. Sehingga, Pertemuan Purnama merupakan kumpulan kisah tentang berbagai lapisan perasaan di dalamnya.
Mulanya hanya aksara, lalu kepekaan dan kepiawaian Sri Luce sebagai desainer Tulola menyebabkan ’kata’ bertransformasi menjadi ‘rupa’. Kemudian, ungkap Happy, kreativitas berkembang menjadi motif dan bentuk yang organik sesuai dengan situasi saat itu.
Dalam kesempatan yang sama, Sri Luce sebagai Founder sekaligus Principal Creative Designer Tulola, mengungkapkan, dengan kumpulan kisah tersebut, ia tuangkan ke dalam motif Tulola Vintag. “Saya mengeksplorasi beberapa motif baru serta menggunakan motif Tulola Vintage dalam koleksi ini. Setiap motif menceritakan satu babak dalam cerita,” ujar Sri.
Koleksi ini menggunakan eksplorasi motif baru dan Tulola Vintage, seperti Moon Flower, yakni motif oral yang terinspirasi oleh awal yang baru dan siklus hidup bagaimana sesuatu berkembang). Lalu Cyles and Tides-Siklus dan Gelombang, yang bercerita tentang perubahan dan siklus kehidupan yang terus menerus ditemukan dalam diri.
Ada pula Moon Dancers, kelinci yang digunakan dalam cerita ini sebagai simbol kemungkinan dan keingintahuan yang tak terbatas, karakter yang menjadi saksi permulaan dan perkembangan serta siklus dan pasang surut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
