
Ilustrasi - Stres picu nafsu makan berlebih.
JawaPos.Com— Stres agaknya sudah menjadi bagian alami dari kehidupan sehari-hari, akan tetapi bentuk dan cara meresponnya dapat memiliki dampak besar pada kesehatan fisik dan emosional.
Salah satu respons yang umum terhadap stres adalah kecenderungan untuk makan berlebihan.
Banyak orang merasa bahwa makanan dapat memberikan kenyamanan atau mengurangi ketegangan sementara, tetapi sering kali perilaku ini dapat berujung pada kebiasaan makan yang tidak sehat.
Dilansir melalui situs www.health.harvard.edu, Minggu (5/11) Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan gender dalam mengatasi stres, dimana perempuan lebih cenderung beralih ke makanan dan laki-laki lebih memilih alkohol atau merokok.
Dan sebuah penelitian di Finlandia yang melibatkan lebih dari 5.000 pria dan wanita menunjukkan bahwa obesitas dikaitkan dengan pola makan yang berhubungan dengan stres pada wanita, namun tidak pada pria.
Salah satu teori mengatakan bahwa orang yang kelebihan berat badan mengalami peningkatan kadar insulin dan penambahan berat badan yang berhubungan dengan stres lebih mungkin terjadi ketika kadar insulin tinggi.
Hormon kortisol yang diproduksi seseorang sebagai respon terhadap stres juga dapat menjadi faktor pertambahan berat badan.
Pada tahun 2007, para peneliti Inggris merancang penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang merespons stres dengan tingkat kortisol tinggi dalam lingkungan eksperimental lebih cenderung memakan cemilan sebagai respons terhadap perasaan setres dibandingkan mereka yang merespons stres dengan kortisol rendah.
Ketika stres mempengaruhi nafsu makan, untuk mencegah kenaikan berat badan secara berlebih dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi gula.
Dalam mengatasi pola makan yang tidak sehat akibat stres, penting untuk memahami bahwa makan bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi ketegangan dan tekanan emosional. Berikut beberapa saran lain untuk mengatasi stres:
Penelitian menunjukkan bahwa meditasi dapat mengurangi stres, meskipun banyak penelitian berfokus pada tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Meditasi juga dapat membantu orang menjadi lebih berhati-hati dalam memilih makanan.
Dengan meditasi, seseorang mungkin dapat lebih memperhatikan konsumsi makanan yang sehat.
Meskipun kadar kortisol bervariasi tergantung pada intensitas dan durasi olahraga, kegiatan ini dapat menghilangkan beberapa efek negatif dari stres.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
