Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2023 | 01.57 WIB

Sasar Kepedulian Warga Kepada Satwa, TSI Gelar Lomba Foto dan Video

Direktur Pemasaran Taman Safari Indonesia, Hans Manansang dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indra Eksploitasia. - Image

Direktur Pemasaran Taman Safari Indonesia, Hans Manansang dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indra Eksploitasia.

JawaPos.com - Taman Safari Indonesia (TSI) mengadakan lomba foto dan video bertema “Story of the Wild, Capture Through Your Lens” (cerita alam liar, potret melalui lensamu), untuk tingkatkan kepedulian warga terhadap satwa, dikutip dari ANTARA.

"Sebenarnya lomba foto dan video ini ditujukan untuk membangun kedekatan antara satwa dengan masyarakat, agar masyarakat semakin peduli dan dekat dengan keberadaan satwa," ungkap Direktur Pemasaran TSI, Hans Manansang saat ditemui di Jakarta Aquarium dan Safari, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (4/7).

Namun, lanjutnya, pada kali ini pihaknya mau lebih fokus kepada jumlah pengikut atau peserta yang terlibat karena tujuan lomba it untuk mendekatkan atau meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap satwa liar.

TSI telah menampung total 8,700 satwa dari 400 spesies satwa dunia dan menyediakan fasilitas konservasi berstandar internasional.

Pusat konservasi dan riset TSI pun memiliki peran penting dalam perlindungan satwa, pemulihan, penangkaran, pelepasliaran serta pengembangan inovasi demi kelestarian mereka di Indonesia.

Baca Juga: Soal Tuduhan Rekening Gendut Eks Penyidik KPK, Novel dan BW Diminta Tidak Terus Serang Internal KPK

“Kami berharap melalui karya-karya yang dihasilkan, masyarakat jadi semakin terhubung dengan dunia satwa yang indah namun rentan ini dan membangkitkan kecintaan terhadap satwa dan melindungi satwa-satwa ini dari kepunahan,” ungkap Hans menegaskan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indra Eksploitasia mengatakan bahwa lomba tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi kepada publik.

"Dengan adanya edukasi ini, kita berharap bahwa pelestarian keanekaragaman hayati itu dapat dilakukan oleh semua orang," katanya.

Ia mengatakan bahwa TSI adalah salah satu lembaga konservasi eksitu, yakni konservasi hayati di luar habitat aslinya.

"Peranan TSI dalam konteks eksitu adalah berkontribusi juga bagi kehidupan satwa liar. Dalam hal ini, kita punya program "eksitu link to insitu". Jadi keberadaan konservasi eksitu ini mesti berkontribusi juga bagi kehidupan hayati di alam liar," katanya. 

Misalnya, ia melanjutkan, hewan yang dikonservasi oleh TSI itu hasil anakannya nanti sebagian akan dikembalikan ke alam liar untuk mendukung keberadaan hayati di habitat aslinya.

"Semua lembaga konservasi eksitu itu memiliki kewajiban yang demikian. Misalnya ia mengembangbiakan Jalak Bali. Nanti hasil anakan Jalak Bali itu nanti akan dikembalikan ke habitat aslinya," jelas dia.

Untuk mengikuti lomba foto dan video dari TSI tersebut, peserta bisa mendaftarkan diri dan karya via website TSI (https://tamansafari.com/iapvc2023/).
​​​​​​​
Lomba tersebut berlangsung dari 28 Juni 2023 hingga 16 September 2023. Para pemenang lomba tersebut akan diumumkan pada akhir Oktober 2023.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore