
Ilustrasi. Kenali bahaya kandungan dalam kosmetik pemutih kulit.
JawaPos.com - Terbukanya informasi di dunia maya memang mempermudah seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satunya digunakan untuk mencari referensi kosmetik yang cocok untuk kulit. Namun jangan asal coba-coba, kenali dulu jenis kulit dan kandungan di dalam kosmetik itu sendiri. Apalagi jika kosmetik tersebut menjanjikan kulit putih dalam waktu cepat.
Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation dr. Sari Chairunnisa, SpKK, menjelaskan agar perempuan untuk berhati-hati dalam memilih kosmetik. Dia menyebutkan ada bahan kandungan kosmetik yang bisa menimbulkan efek justru terlalu putih atau noda hitam.
"Misalnya terlalu putih atau malah noda hitam. Ada beberapa bahan kosmetik yang harusnya diberikan oleh dokter tapi malah dijual bebas," ujarnya dalam acara kampanye Wardah 'Halal dari Awal', Rabu (23/1).
Sebab jika dijual bebas, kata dia, bisa jadi aturannya justru tidak sesuai dosis atau berlebihan. Maka jika terjadi efek samping, hal itu bisa membuat kulit iritasi atau lebih parah.
"Penggunaan bahan pemutih harusnya pengawasan dokter malah dijual bebas. Kalau diresepkan oleh dokter kan ada dosisnya atau ada jadwal kapan harus diturunkan dosisnya. Kalau dijual bebas kan enggak jelas pemakaiannya," kata dr. Sari.
Menurutnya, efek samping bisa dirasakan langsung pada kulit dalam jangka waktu jam atau bahkan hingga 6 minggu. Hal itu tergantung pada kadar kuatnya kandungan tersebut atau jenis kulit masing-masing.
1. Steroid
Menurut dr. Sari, ada saja kosmetik yang mengandung steroid dan dijual bebas. Padahal steroid tersebut adalah untuk anti radang.
"Saya lihat ada berbagai platform yang berjualan, ada krim mengandung steroid. Krim anti radang untuk pemutih. Padahal dalam jangka panjang bisa ada efek sampingnya saat terserap sistemik," katanya.
Misalnya bisa menyebabkan munculnya rambut-rambut halus atau timbul noda hitam dan kerutan. Padahal steroid biasa digunakan untuk mengobati penyakit yang diresepkan dokter.
2. Clobetasol
Clobetasol adalah golongan steroid kuat. Clobetasol biasanya digunakan untuk kasus radang. Kandungan ini biasa digunakan untuk krim yang dipercaya sebagai pemutih. Penggunaan krim clobetasol secara sembarangan beresiko menyebabkan pelebaran pembuluh darah, iritasi, tumbuh rambut atau bulu halus di wajah.
3. Hydroquinone
Kandungan yang satu ini juga seringkali menjadi sorotan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Kandungan ini sering ditemukan pada krim pemutih. Namun hati-hati, karena krim yang mengandung hydroquinone lebih dari 2 persen bisa membahayakan kesehatan kulit. Selain menyebabkan iritasi, efek terbakar juga bisa muncul.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
