Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 November 2022 | 03.20 WIB

Mitos-Fakta Parenting dari Soal Susu Formula hingga Mengasuh Bayi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Seringkali beredar mitos seputar pola pengasuhan anak yang membuat masyarakat bingung. Para orang tua disarankan mengonsumsi informasi dari sumber yang tepat dan sesuai fakta.

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional 12 November 2022, Head of Category Development Tokopedia Ramadhan Niendraputra bersama Dokter Anak, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA, MARS atau akrab disapa dr. Tiwi, mengupas tuntas lima mitos dan fakta seputar kesehatan keluarga dan anak.

Menurut dr. Tiwi, orang tua sebaiknya lebih bijak dalam menyikapi informasi terkait kesehatan anak yang beredar di media sosial. Berikut fakta dan mitos seputar pengasuhan anak dari sumber yang tepat.

 


  1. Mitos: Susu formula menurunkan kecerdasan anak


Faktanya, kecerdasan anak ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kebutuhan asuh (makanan dan minuman bernutrisi), kebutuhan asih (pemenuhan kasih sayang) dan kebutuhan asah (stimulasi yang tepat). Menurut dr. Tiwi, orang tua harus mengeksplorasi berbagai jenis olahan susu, misalnya es krim atau gelato, agar lebih menarik bagi anak.  "Susu formula di sisi lain, bisa menjadi solusi yang bisa membantu anak di atas satu tahun menaikkan berat badan,” ungkap dr. Tiwi.

 

  1. Fakta: Bayi ‘bau tangan’ bukan hal buruk


Bayi ‘bau tangan’ adalah istilah untuk bayi yang selalu ingin digendong. Pada dasarnya bayi perlu digendong karena bayi perlu merasakan keamanan serta sentuhan yang hangat. "Menggendong bayi juga dapat menumbuhkan rasa percaya bayi terhadap orang tua,” jelas dr. Tiwi.

 

  1. Mitos: Bayi perempuan lebih cepat bicara


Jenis kelamin bayi tidak menentukan kemampuan berbicara. Kecerdasan terbentuk dari kromosom X.  "Walau perempuan memiliki dua kromosom X dan laki-laki hanya punya satu kromosom X, tanpa adanya stimulasi maka kemampuan berbicara tidak akan terangsang,” ujar dr. Tiwi.

Menurut dr. Tiwi, ada berbagai contoh kegiatan untuk menstimulasi kemampuan berbicara anak. Misalnya bercerita dan membaca bersama anak.

 

  1. Fakta: Anak harus tetap mandi saat sedang sakit


Kulit merupakan lapisan paling luar yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai kuman dan penyakit, maka kesehatan kulit menjadi semakin penting saat anak sakit. Apabila seorang anak sakit, ia tetap harus menjaga kesehatan kulit dengan mandi air hangat.

 

  1. Mitos: Anak jinjit saat belajar jalan adalah hal tidak wajar


Berjinjit adalah tahapan awal belajar jalan. Bayi yang menggunakan baby walker sebagai stimulan saat belajar jalan akan cenderung berjinjit untuk mengenali permukaan lantai sebelum benar-benar lancar berjalan. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore