
Berkebaya menjadi identitas nasional. Dok Perkumpulan Perempuan Pertiwi Indonesia
JawaPos.com–Memakai kebaya sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia. Beragam macam model kebaya, sudah ditunjukkan beberapa pendahulu seperti RA Kartini. Hingga kini, kebaya tetap menjadi kebanggaan dan identitas nasional, tak hanya dipakai dalam acara formal tetapi juga semakin modern dan kekinian.
Para perempuan dalam Perkumpulan Perempuan Pertiwi Indonesia ingin kebaya tak hanya dipakai saat wisuda atau kondangan, tetapi dapat menjadi busana sehari-hari. Kebaya juga tak hanya menjadi identitas satu suku tertentu saja tetapi menjadi busana nasional Kebaya Indonesia sebagai Identitas Nasional Indonesia.
”Berkebaya telah menjadi busana sehari-hari perempuan Indonesia dari zaman dahulu dan meskipun zaman telah berubah, kebaya tetap bisa beradaptasi dengan tren fashion yang berkembang. Di sinilah kebaya menjadi refleksi dari budaya bangsa yang adiluhung,” kata Ketua I Pertiwi Indonesia Shinta Omar kepada JawaPos.com dalam kesempatan pameran dagang Indo Leather & Garment Expo 2022 di JIExpo Kemayoran, baru-baru ini.
Dia menegaskan, Presiden Jokowi mengamanahkan kepada Ketua Umum Pertiwi Indonesia Antarina S.F. Amir pada Juli di Istana Negara untuk mengikut sertakan Barisan Berkebaya dalam Kirab Penjaga Bendera Pusaka dalam acara Peringatan Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Upaya itu merupakan inisiatif yang didorong Putri Kus Wisnu Wardani, anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga salah satu pendiri Pertiwi Indonesia untuk pendaftaran nominasi tunggal tradisi berkebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.
”Tingginya animo perempuan Indonesia dalam menggunakan kebaya dan kain nusantara berdampak positif pada kemajuan ekonomi dari industri berbasis budaya. Pertiwi Indonesia ikut aktif mengambil bagian dalam memamerkan kebaya Kebaya Menuju UNESCO,” jelas Shinta Omar.
Dalam fashion show, beragam jenis kebaya ditampilkan, Kebaya Kutu Baru, Kebaya Kartini, Kebaya Kerancang atau Encim, dan Kebaya Noni dipadukan dengan kain hasil akulturasi budaya dari berbagai daerah. Hal itu menunjukkan bagaimana berkebaya tetap relevan dengan gaya hidup masa kini dan ikut berevolusi sejalan dengan perubahan zaman.
”Kami siap berkolaborasi untuk pendaftaran kebaya ke UNESCO seperti batik. Kami merangkul semua generasi agar keberadaan kebaya semakin besar gaungnya. Kami juga sedang melakukan riset,” ujar Shinta Omar.
Ketua II Pertiwi Indonesia menyatakan, Barisan Berkebaya diinisiasi Pertiwi Indonesia Miranti Serad Ginanjar berharap kegiatan itu akan semakin menyatukan semangat dan upaya untuk lebih memasyarakatkan berkebaya beserta segala tradisi dan kearifan lokal. Barisan Berkebaya memberikan dukungan kepada Pemerintah Indonesia dalam upaya mendaftarkan kebaya menjadi warisan budaya tak benda Single Nomination yang diakui UNESCO.
”Bahwa saat ini kebaya sudah menjadi busana nasional dan sehari-hari. Kini bisa dipakai dengan jeans, sneakers, sehingga lebih modern dan kekinian,” ucap Shinta Omar.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
