
Warga bersepeda melintas di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (2/8/2020). Warga tetap berolahraga di tempat umum meski PSBB masa transisi fase pertama untuk ketiga kalinya diperpanjang hingga 13 Agustus 2020 akibat tren penambahan kasus positif COVID-19
JawaPos.com – Bersepeda telah menjadi gaya hidup banyak orang Indonesia. Terutama setelah pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Mereka bersepeda untuk mengisi waktu luang yang mendadak berlimpah sejak kegiatan perkantoran, sekolah atau perkuliahan diliburkan demi memutus rantai penularan Covid-19.
Walau kini banyak orang yang antusias untuk bersepeda, namun belum ada satu pun event sepeda yang diselenggarakan selama masa pandemi. Nah, salah satu event yang bisa diikuti para penggemar sepeda saat ini adalah FibreFirst Cycling 2020. ’’Kami ingin mengajak masyarakat untuk mengikuti event yang bersifat, masif, sehat, dan fun,’’ ungkap CEO FibreFirst Benny Winata.
Jangan bayangkan event tersebut akan seperti kegiatan bersepeda sebelum korona melanda. Menyesuaikan dengan situasi saat ini, event bersepeda itu akan berupa virtual cycling yang bisa diikuti siapa saja dari mana saja dengan rute pilihan masing-masing peserta. Baik itu di jalan raya, jalur trail, taman sekitar rumah, trek altetik, atau bisa dimanapun sesuai dengan kemampuan peserta. Dengan aplikasi GERAK, maka kegiatan bersepeda akan terakumulasi dan terpampang pada leader board. Targetnya adalah para peserta secara kolektif mampu menembus jarak satu juta kilometer demi total donasi Rp 200 juta untuk para keluarga korban Covid-19.
Untuk mulai berdonasi, setiap peserta harus memenuhi target akumulasi jarak tempuh sejauh 50 KM terlebih dulu. Setelah itu, FibreFirst akan mendonasikan Rp 400/KM atas nama peserta untuk setiap kilometer selanjutnya kepada Yayasan Kita Bisa (Kitabisa.com).
Kegiatan itu sendiri telah mendapatkan dukungan dari Indonesian Cycling Federation (ICF). ’’Mari gabung dan dapatkan juga lisensi dari ICF sebagai jaminan keselamatan bersepeda. Tapi jangan lupa ya selama mengikuti kegiatan untuk tetap mematuhi protokol yang telah ditetapkan pemerintah,” terang Ketua Umum ICF Raja Sapta Oktohari. (*)

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
