
Festival Generasi Emas Indonesia oleh Olimpyakids dan NU Circle/dok panitia
JawaPos.com - Era pandemi memaksa anak-anak untuk tidak ke sekolah guna mencegah penularan virus Korona. Maka anak-anak kini lebih sibuk dengan belajar online. Para guru dan orang tua dituntut lebih kreatif agar belajar online tetap asyik, menyenangkan, dan membentuk karakter anak sekalipun mereka terbatas bersosialisasi dari teman-temannya.
Dalam Festival Generasi Emas Indonesia baru-baru ini yang juga disiarkan secara daring oleh Olimpyakids dan NU Circle, para guru dan orang tua diajak membentuk karakter anak dengan konsep pembelajaran dan kegiatan bermain yang menyenangkan. Caranya dengan program pembelajaran interaktif digital yang dikemas berbeda mulai dari permainan secara interaktif, informasi untuk orang tua dan video kegiatan berbagai program menarik lainnya.
Lalu juga dengan mengembangkan metode pembelajaran Explore, Discover & Grow. Sehingga belajar tetap menyenangkan, menonton video, aktif menjawab pertanyaan agar tidak membosankan. Orang tua juga didorong mengetahui lebih jauh kreativitas, bakat, dan minat seorang anak dari program parenting.
"Prinsipnya orang tua untuk menjadi sahabat anak dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter mereka di era new normal dan digital ini," kata Founder Olimpyakids Douglas Kertapati baru-baru ini.
Menurutnya era di mana belum ada kepastian kapan pandemi ini akan berakhir sehingga pembelajaran jarak jauh atau lebih sering kita dengar dengan istilah online atau daring merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Douglas menambahkan pendidikan karakter selama masa pandemi ini rasanya sedikit terabaikan. Ketika pendidikan dilakukan di sekolah, pengawasan anak langsung dari guru dan kegiatan-kegiatan yang mendukung pendidikan karakter juga bisa dilakukan secara intensif dan bisa diukur tingkat keberhasilannya.
"Akan menjadi berbeda ketika kegiatan pendidikan dilakukan secara online atau daring dimana yang lebih banyak hanyalah proses pembelajaran atau transfer pengetahuan saja," tambahnya.
Sementara itu, pemerhati anak Seto Mulyadi mengatakan jika program ini bisa memudahkan belajar anak, karena anak pada dasarnya senang belajar serta cerdas, dan belajar yang efektif adalah belajar menyenangkan jauh dari kekerasan. Kunci utamanya adalah komunikasi efektif antara anak dan orang tua.
"Posisikan orang tua seperti teman. Belajar di rumah, dengan gembira, gurunya adalah ayah dan bunda. Ajarkan temtang, etika nasionalisme, dan kesehatan tanpa dipaksa" tutur kak Seto.
Saksikan video menarik berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=9pADC0nPKHk

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
