
PERHATIAN PENUH: Dita Anggraeni (tengah) mengajari anak didiknya di Yaysan Laskar Bintang di Desa Cikuda, Parung Panjang, Kabupaten Bogor (4/9). (HENDRA EKA/JAWA POS)
JawaPos.com - Berbagi kasih sayang dan rasa kepedulian harus dipupuk sejak dini di usia anak-anak. Orang tua khususnya bunda, berperan besar dalam mendidik akhlak dan moral mereka dalam hal menyayangi sesama.
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain. Agar anak memiliki perasaan ini, orang tua perlu mencontohkan sejak dini.
"Empati adalah salah satu nilai inti yang harus didorong pada anak-anak sejak tahap awal kehidupan di ruang kelas, kampus, dan di dunia sekitar kita. Mengembangkan rasa empati adalah proses perkembangan yang penting bagi anak kecil, yang sangat bermanfaat bagi mereka tidak hanya di masa kanak-kanak tetapi juga hingga dewasa," kata Co-Founder dan CEO MerlinWand, Sudarshan Vig kepada HT Lifestyle.
Menurutnya fakta yang diketahui adalah bahwa anak-anak meniru aspek perilaku dan emosional orang dewasa yang berinteraksi dengan mereka, terutama orang tua mereka. Sebagai orang tua, kata dia, kita dapat memastikan bahwa kita secara sadar berempati dan bernalar dengan mereka secara verbal atau fisik, sehingga aspek-aspek mendasar tersebut dapat diambil.
"Kita juga harus memastikan bahwa kita peka terhadap perasaan mereka dan mendorong mereka untuk sering mengungkapkan perasaan mereka, terutama yang sulit. Cara yang sangat penting untuk menekankan empati adalah dengan mendidik sudut pandang lain selain dari sudut pandang sendiri atau menempatkan satu pada posisi orang lain," katanya seperti dilansir dari Hindustan Times, Jumat (19/8).
Menurut Co-Founder Clirnet, Saurav Kasera, anak-anak jeli, sensitif dan waspada terhadap hal-hal di sekitar mereka. Maka apa yang harus dilakukan ibu?
1. Tutur Kata yang Lembut
Anak-anak harus diajari bahwa diam lebih baik daripada berbicara dengan menyakitkan. Jadi, sebelum mereka berbicara, mereka harus dengan hati-hati mengatur pemikiran mereka menuju ekspresi diri yang terfokus pada solusi. Pilihlah kalimat yang baik.
2. Mendengarkan Orang Lain
Jangan biasakan anak-anak selalu merasa benar dan menunjuk orang kain ketika seseorang salah. Oleh karena itu, buatlah anak mengerti bahwa mendengarkan orang lain juga penting. Mereka harus ditunjukkan bahwa mendengarkan adalah berempati, dan empati lebih besar daripada menghakimi.
3. Refleksi Diri
Ajarkan anak-anak menilai sikapnya sendiri. Ajarkan mereka benar dam salah tanpa menunjuk orang lain dan menyalahkan orang lain atas perilaku anak. Anak-anak harus bijaksana pada diri sendiri. Pada waktunya, anak-anak dapat belajar untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut.
4. Jadi Teladan
Orang tua khususnya ibu harus memberi contoh dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk memberikan pelajaran moral pada anak-anak. Mereka harus memahami bahwa anak-anak mengingat dengan contoh. Cobalah melatih empati dengan menunjukkan kebaikan, menunjukkan kasih sayang, menyelesaikan konflik, meminta maaf jika salah, berbagi hadiah, saling peduli, dan sebagainya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
