
Tak hanya minuman, jahe juga enak dibuat sebagai salah satu rasa camilan.
JawaPos.com - Kebiasaan mengemil atau mengonsumsi camilan tak hanya disukai anak-anak tetapi juga orang dewasa. Dan ternyata anak-anak lebih suka mengonsumsi camilan kemasan.
Dalam keterangan resmi Paddle Pop, brand es krim anak dari Unilever Indonesia dalam #CemilanBaikUntukmu disebutkan hampir semua anak Indonesia (97,7 persen) mengonsumsi lebih banyak camilan dan minuman kemasan dibandingkan sayuran dan buah-buahan.
Karena lambung anak-anak lebih kecil dari orang dewasa, maka untuk memenuhi kebutuhan gizinya tidak cukup dari makanan pokok saja, namun perlu dibantu dengan pemberian camilan. Menurut dokter anak, diperkirakan bahwa 15-25 persen penyakit anak-anak disebabkan karena pola makan yang kurang tepat, termasuk kebiasaan mengonsumsi camilan kurang sehat.
“Bahwa orang tua adalah ujung tombak. Karena kami percaya merekalah pembuat keputusan utama dalam menentukan camilan baik untuk anak,” ungkap Head of Marketing Ice Cream Unilever Indonesia, Memoria Dwi Prasita, kepada wartawan, Jumat (19/2).
Menurut presenter dan ibu dari dua anak Sophie Navita, tugas orang tua bukan hanya memberikan yang terbaik, namun bagaimana kita bisa mewariskan kebiasaan baik bagi anak. Dia berupaya memberikan alasan setiap kali melarang atau memperbolehkan anak dalam memilih camilan.
"Dengan harapan kebiasaan ini akan tertanam dalam diri mereka hingga dewasa, dan diwariskan juga ke anak-cucu generasi berikutnya," tuturnya.
Orang tua yang memberikan contoh positif dalam memilih makanan dan cemilan sehat, pada akhirnya akan mewariskan kebiasaan baik pada anak, di mana mereka terbiasa mengonsumsi makanan dan cemilan sehat pula. Bagaimana dengan anak yang sudah terbiasa dengan cemilan yang kurang baik?
Menurut dokter spesialis anak di RS Brawijaya Antasari, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), tak pernah ada kata terlambat dalam menumbuhkan kebiasaan ngemil yang baik pada anak. Ketika anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah seperti saat pandemi ini, dia cenderung mengkonsumsi lebih banyak cemilan karena rasa bosan beraktivitas seharian di rumah.
"Sebaliknya, ini dapat menjadi momentum emas bagi orang tua untuk menumbuhkan kebiasaan baru, yakni memilih cemilan yang lebih baik. Hal yang paling penting adalah, orang tua harus bisa memberikan teladan yang baik, karena anak-anak akan meniru gaya hidup atau pola ngemil orangtuanya," kata dr. Atilla.
Upaya menumbuhkan kebiasaan baik pada anak memang perlu dilakukan, dan sebaiknya bermula dari rumah dengan para orang tua dan caretakers sebagai contoh baik. Berikut beberapa tips seru yang bisa membantu menumbuhkan kebiasaan ngemil yang baik pada anak.
1. Libatkan Anak dalam Pemilihan Camilan
Supaya anak semakin paham tentang berbagai jenis cemilan yang ada di pasaran, yuk libatkan mereka dalam proses pemilihannya. Orang tua dan caretakers bisa membuat jadwal mingguan dan berdiskusi dengan anak tentang camilan apa saja yang mereka inginkan, apakah camilan tersebut baik atau tidak, dan berapa banyak yang bisa mereka konsumsi per hari. Selalu berikan alasan yang bisa dimengerti anak saat melarang atau menyuruh anak makan camilan tertentu.
2. Catat Camilan Favorit Anak dan Bandingkan Kandungannya
Apa saja camilan favorit anak selama ini? Apakah kandungan kalori dan gulanya tidak berlebih untuk kebutuhan gizi hariannya?
3. Sesuaikan dengan Selera Anak
Camilan di pasaran memang beragam, tapi tidak semua baik untuk dikonsumsi anak. Memilih cemilan yang baik bukan berarti memaksakan anak-anak mengkonsumsi makanan yang kurang mereka sukai. Tugas utama orang tua dan caretakers adalah untuk menjaga keseimbangan itu, yakni memilih cemilan yang disukai anak, tapi dengan mengatur porsi atau memilih kandungan yang tepat untuk kebiasaan tubuhnya.
4. Bikin Sesi Edukasi jadi Fun dengan Permainan
Yuk, ajak anak belajar tentang camilan baik dengan cara yang fun! Misalnya dengan bermain ular tangga ataupun mengisi teka-teki silang yang seru. Faktanya, anak-anak belajar dengan menggunakan 5 indra mereka, mulai dari sentuhan, visual, hingga pendengaran. Oleh karena itu, belajar dengan bermain menjadi cara efektif untuk menanamkan pengetahuan baik ke dalam mindset anak.
5. Berikan Teladan yang Baik
Orang tua adalah dua tokoh yang paling krusial dan menjadi role model bagi anak-anak, bahkan hingga mereka beranjak dewasa. Apapun yang dilakukan dan dikatakan oleh orang tua akan menentukan karakter, sikap, kepercayaan, dan bahkan pola gaya hidup anak. Semakin dekat dengan anak, semakin tinggi pula level pengaruh yang diberikan orang tua terhadap kehidupannya. Kalau ingin anak terbiasa ngemil dengan baik, maka berikan juga teladan yang baik di rumah dengan mengonsumsi camilan yang baik, sesuai dengan kebutuhan gizi harian, dengan porsi yang proporsional.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=gM94TR5KhcU

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
