Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juli 2018 | 14.15 WIB

Tak Hanya Kosmetik, Kandungan Kolagen Kini Terdapat dalam Pakaian

Baju mpder turtleneck yang dikatakan memiliki kandungan kolagen untuk mencegah penuaan dini. - Image

Baju mpder turtleneck yang dikatakan memiliki kandungan kolagen untuk mencegah penuaan dini.

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen yang dihasilkan tubuh seseorang akan menurun. Kurangnya produksi kolagen bisa menyebabkan kulit keriput. Untuk mengatasi masalah penuaan tersebut, tentu diperlukan perawatan menggunakan skin care.


Tapi, bisakah melawan penuaan dini tanpa skin care? Dilansir dari Hollywood Reporter, Rabu (25/7), penggunaan produk kecantikan dengan kandungan kolagen memang sudah biasa. Tapi kali ini, penemuan baru mengungkapkan kalau kolagen bisa tertanam dalam pakaian.


Lewat teknologi, label fashion Buki membuktikan kalau pencegahan penuaan dini bisa melalui pakaian. Baju dengan potongan turtle neck warna hitam tersebut dibuat dari kain eksklusif yang mengandung kolagen alami. Model atasan yang dirancang untuk bisa memberikan kolagen langsung ke kulit melalui teknologi serat Jepang yang canggih.


“Ini adalah kolagen bersumber laut, yang pada dasarnya sisik ikan digiling menjadi bubuk yang diubah menjadi kain, dan kami adalah satu-satunya merek di dunia yang menawarkannya,” ucap Stacy Bennett pemilik merek Buki seperti dilansir Hollywood Reporter.


Uniknya kolagen tersebut akan terus menempel pada bahan pakaian walaupun sedang dicuci. Siluet yang ramping memungkinkan kulit menyerap peptida kolagen. Efeknya, kulit akan terasa lebih lembut dalam waktu kurang dari satu menit. Bahan tersebut juga memiliki kandungan UPF 50 yang dapat melindungi dari paparan sinar matahari.


Sementara sebagian besar kain yang dibuat dari bahan sintetis itu sangat ramah lingkungan. Bahkan, pembuatannya hanya dilakukan di Thailand dengan menggunakan mesin khusus ,yang tidak ada di AS. “Banyak merek yang membuat klaim pemasaran teknis melakukannya dengan dips dan semprotan kimia. Kain kami sama sekali tidak mengandung bahan kimia, "katanya.


Penggunaan teknologi serat Jepang ini telah diteliti selama 15 tahun terakhir dan akan menjadi dasar untuk seluruh koleksi Buki. "Kami meluncurkan sembilan kain, dari kain pengatur panas yang membuat Anda tetap hangat dalam cuaca dingin hingga kemeja baju yang kering, hingga kain melar yang memantul kembali ke bentuk semula. Semua potongan kami tahan kerut, bisa dicuci dengan mesin, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore