Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Juli 2018 | 19.35 WIB

4 Langkah Jitu Wujudkan Keluarga Harmonis

Keluarga bahagia mampu membangun komunikasi baik dengan anaknya. - Image

Keluarga bahagia mampu membangun komunikasi baik dengan anaknya.

JawaPos.com - Harus diakui kemajuan teknologi memang bisa memberikan pengaruh negatif terhadap keharmonisan keluarga. Misalnya, ketika kumpul dengan keluarga, masing-masing anggota hanya sibuk bermain dengan gadget. Padahal dalam keluarga, ada anak-anak yang harus dididik secara mental dan perilaku.


Oleh sebab itu, diperlukan peran dan perhatian orang tua yang besar. Apalagi jika di dalam keluarga masih ada usia anak dalam masa periode emas (golden age) 1.000 hari pertama.


Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sigit Priohutomo menyebut, sedikitnya ada 8 fungsi keluarga yang bisa diimplementasikan. Di antaranya, agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan) dan pembentukan karakter sejak dini untuk mewujudkan pelembagaan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.


Semuanya diterapkan dengan konsep pendekatan keluarga berkumpul, berinteraksi, berdaya, serta peduli, dan berbagi. "Keluarga harus memerhatikan pola asuh anak dan memberikan kebutuhan kesehatan, kasih sayang, cinta dan pendidikan yang sebaik-baiknya kepada keluarga yang memiliki balita harus penuhi asupan gizi anak mulai dari 1.000 hari pertama kehidupan ” jelas Sigit, Selasa (3/7).


Untuk menggerakkan dan memgedukasi masyarakat agar lebih mempererat keluarga harmonis, BKKBN mewujudkannya lewat Taman Keluarga di Manado yang menjadi simbol perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV tahun 2018. Taman Keluarga dibangun guna mewujudkan rumah tangga yang harmonis.


Dia meminta masyarakat bisa mewujudkan keluarga harmonis dengan empat cara konsep pendekatan. Di antaranya,


Keluarga Berkumpul


Konsep pendekatan keluarga yang digunakan yakni Keluarga Berkumpul. Caranya dengah meluangkan waktu tanpa disibukkan dengan gawai (gadget), televisi, maupun alat elektronik lainnya.


Keluarga Berinteraksi


Tak hanya berkumpul tetapi harus berinteraksi. Saling berbagi cerita misalnya bisa dilakukan di meja makan. Keluarga meluangkan waktu berkumpul dan saling bercengkrama, serta saling tukar pengalaman agar komunikasi lebih berkualitas.


Keluarga Berdaya


Setiap keluarga mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk membuat diri dan keluarganya tidak bergantung pada pihak lain. Sehingga bisa menjadi keluarga mandiri dan teladan bagi lingkungan.


Keluarga Peduli dan Berbagi


Yaitu keluarga yang mampu dan lebih beruntung mempunyai kepedulian dan keinginan untuk berbagi dan menolong orang lain. Saling berbagi juga bisa melatih mental dan moral anak menjadi pribadi yang baik.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore