
Atlet Figure Skating Gabriella Papadakis (kiri) dan Guillaume Cizeron saat Olimpiade 2018
JawaPos.com - Arena Figure Skating (seluncur Indah) di Olimpiade Pyeongchang 2018 tak hanya mempertontonkan keindahan permainan para atlet di atas sepatu seluncur. Layaknya runway, arena luncur justru jadi ajang pamer busana yang menunjang penampilan cantik dan energik para atlet wanita.
Busana beragam warna dengan detail berkilauan pun terlihat di arena luncur. Tapi kejadian tak menyenangkan justru menimpa atlet Gabriella Papadakis asal Perancis yang berpasangan dengan Guillaume Cizeron.
Seperti dilansir Refinery29, Rabu (21/2), mengatakan busana yang dikenakan Papadakis saat bertanding sesekali memperlihatkan bagian dadanya. Saat itu NBC, channel televisi yang menayangkan berhasil mengaburkan keseluruhan gambar dalam tayangan ulang.
"Ini seperti mimpi terburuk saya yang terjadi di Olimpiade, " ujar Papadakis dalam sebuah konferensi pers setelah dia melepas gaunnya. Ia menjelaskan bahwa tidak memiliki pilihan lain, karena pertandingan harus berjalan. "Dan itulah yang kami lakukan, dan saya pikir kita juga bisa bangga dengan diri kita sendiri," imbuhnya.
Dalam pertandingan itu, Papadakis terlihat mengenakan busana mini tanpa lengan dan bertali dengan warna gradasi hijau berkilauan. Tentunya, busana yang dikenakan harusnya membuat Papadakis bebas bergerak di arena luncur. Tapi, entah bagaimana, salah satu bagian kostum terlepas hingga memperlihatkan bagian dadanya.
Kecelakaan kostum tersebut pun turut dikomentari oleh desainer dunia, salah satunya Gail Johnson. Ia mengungkapkan faktor terbesar dari kegagalan kostum tersebut karena terlalu banyak rekayasa kostum, padahal tidak diizinkan (tak nyaman digunakan).
Johnson memang tidak ada hubungannya dengan kostum Papadakis, tapi dia menduga ada tali plastik yang putus. "Seharusnya desainer baju menggunakan kaitan logam, tapi itu masih belum menjamin gerakan skater bisa bergerak bebas," ujar desainer yang membuat busana untuk atlet figure skating, Bradie Tennell.
Ia mengungkapkan, dibutuhkan sekitar 120 jam untuk membuat kostum agar mudah dipakai, melompat dan berputar. Sedangkan meterial bahannya yang berkilauan cahaya juga ditenun dari kristal. Biasanya sang atlet memastikan dengan menguji kostum sebelum Olimpiade.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
