
Ilustrasi perempuan berhijab berprestasi/Hanna Faridl selaku Chief Community Officer HIJUP (kanan) dan Desainer Vivi Zubedi (kiri)
JawaPos.com – Perkembangan dunia modest wear atau yang dikenal sebagai busana tertutup (muslim) di tanah air semakin pesat. Hal itu ditandai dengan munculnya berbagai tren dan desainer muda, bibit-bibit baru, yang semakin membuat Indonesia bangga. Bahkan hijab Indonesia semakin menembus pasar internasional.
Maka perempuan muslimah kini semakin bangga dan terbuka dalam mengenakan kerudung sebagai cerminan dari Hari Hijab Sedunia (World Hijab Day) setiap 1 Februari.
Dalam keterangan tertulis resmi di laman Organisasi Hari Hijab Sedunia, hari ini (World Hijab Day/WHD) merupakan acara tahunan dan sudah memasuki tahun keenam. Pada tanggal 1 Februari setiap tahun, dunia meminta warga global untuk mengenakan jilbab (penutup kepala) sehari sebagai solidaritas dengan wanita Muslim di seluruh dunia.
Keseluruhan misi WHD adalah menciptakan dunia yang lebih damai di mana warga global saling menghormati satu sama lain. Terutama, WHD berfokus pada memerangi kefanatikan, diskriminasi, dan prasangka terhadap wanita Muslim. Hal ini paling penting dalam masa-masa di mana Hijab dilarang di beberapa negara sementara di negara lain, wanita Muslim menjadi sasaran dan dilecehkan secara verbal dan fisik.
Senator New York State, Roxanne J. Persaud, mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Hari Jilbab Sedunia, kata dia, menyajikan sebuah kesempatan bagi kita untuk belajar tentang kebiasaan religius ini, sehingga menekan diskriminasi.
“Saya memanggil semua orang untuk menunjukkan kebebasan beragama dengan melakukan toleransi dan merangkul kekayaan yang dibawa keragaman. Ketika kita menunjukkan toleransi kita mengakui hak asasi manusia universal dan kebebasan fundamental orang lain. Komitmen kita terhadap kebebasan beragama harus sesuai dengan tindakan kita: Kita perlu berdiri bersama untuk melawan intoleransi dan kebencian agama,” ungkap Roxanne.
Sejarah Hari Hijab Sedunia
Nazma Khan, penduduk asli New York, adalah sosok yang memprakarsai gerakan global ini untuk membela jutaan wanita Muslim di seluruh dunia. Saat tumbuh di NYC, dia dilhkan secara fisik maupun emosional dalam banyak kesempatan. Kehadiran diskriminasi meningkat pasca tragedi bom 9/11.
Tujuannya adalah untuk mengenalkan rasa sakitnya kepada orang lain dengan harapan bahwa tidak seorang pun akan mengalami trauma emosional atas iman. Akibatnya, pada tanggal 1 Februari 2013, dia mengajak kepada rekan-rekan seperjalanannya di seluruh dunia untuk mengenakan jilbab untuk satu hari.
Selama delapan hari, dia mendapat tanggapan dari wanita yang tinggal di 67 negara yang berbeda yang mewakili konglomerat latar belakang agama, termasuk siapa saja yang beragama Kristen, Yahudi, Wicca, Rastafarian, Budha, Hindu, bahkan ateis. WHD memberi kesempatan kepada warga di seluruh dunia yang tidak asing dengan keyakinan Islam untuk membuka dialog dengan tetangga Muslim, rekan kerja, dan teman mereka.
Selain itu, WHD mempresentasikan sebuah kesempatan bagi para guru untuk memahami mengapa siswa Muslim mereka memakai jilbab. Ini juga memberi ibu non-Muslim kesempatan untuk lebih memahami iman putri mereka dan keputusan untuk memakai jilbab. WHD mempresentasikan sebuah kesempatan bagi setiap orang untuk belajar tentang jilbab dan kepentingannya dalam iman Islam tanpa melanggengkan generalisasi negatif di masyarakat saat ini.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
