Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Maret 2022 | 01.13 WIB

Jadi Ibu Muda di Era Digital, Lebih Kritis dan Banyak Sumber Parenting

Ilustrasi. Membentuk ikatan antara ibu dan anak bisa dilakukan meski sibuk bekerja. (PARENT.COM) - Image

Ilustrasi. Membentuk ikatan antara ibu dan anak bisa dilakukan meski sibuk bekerja. (PARENT.COM)

JawaPos.com - Menjadi seorang ibu di era serba digital memang memiliki keuntungan tersendiri. Sebab, hanya dengan sapuan tangan di gadget, seorang ibu bisa menjangkau banyak informasi seputar parenting serta berbelanja kebutuhan anak. Namun, meski dihujani dengan kemudahanan, menjadi ibu di era digital juga memiliki tantangan.

Seperti diungkapkan, Nurul Sulisto, General Manager Lilla. Saat ini, para ibu maupun calon ibu memang sangat dimanjakan dengan ragam informasi di dunia maya. Dengan mengetik kata kunci tertentu, deretan informasi dari puluhan bahkan ratusan sumber langsung tersedia. Tapi tantangannya, tak jarang, dengan banyaknya informasi yang didapatkan membuat para ibu justru terlalu banyak berpikir dan bingung.

Sebab, meski informasi didapatkan dengan mudah tapi ada kekhawatiran, apakah sumber yang dilihatnya tersebut dapat dipercaya atau tidak. "Dampak dari keadaan tersebut tidak jarang membuat ibu menjadi overwhelmed ketika harus memilah informasi serta produk yang tepat dan juga terpercaya," ujar Nurul dalam peluncuran platform Lilla beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, dibutuhkan adanya solusi yang mampu memenuhi kebutuhan serta membantu memudahkan perjalanan ibu. Terlebih di tengah banyaknya arus informasi serta produk-produk yang belum tentu sesuai dengan fase yang sedang dijalani oleh ibu. Misalnya dengan mengikuti forum sharing yang memang diadakan platform terpercaya dengan melibatkan ahli. Atau ketika mendapatkan informasi di dunia maya bisa langsung dicek kembali dengan ahlinya.

Sehingga, ungkap Nurul, disatu sisi, ibu di era digital memang ada memiliki kemudahan dengan segala tantangannya. Tapi di sisi lainnya justru terlatih semakin kritis dengan keadaan. Yakni dengan cara memvalidasi informasi.

Hal senada pun diungkapkan Dokter Kandungan dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG. Ada karakteristik unik yang muncul dari para ibu di era digital. Dalam pengalamannya, seorang ibu atau calon ibu yang datang berkunjung biasanya sudah membekali diri dengan informasi yang didapatkannya dari internet atau forum diskusi.

"Biasanya, karakteristik ini, mereka mencari informasi sebanyak-banyaknya dari google mislanya, lalu kemudian disaring dengan validasi dari dokter," ujar dr. Dinda.

Bahkan, mereka pun ingin jawaban yang serba cepat. Jadi, ketika mereka menemukan informasi seputar kehamilan atau parenting, mereka akan langsung menghubungi sang dokter via aplikasi atau platform digital lainnya.

"Mereka juga selalu ingin tahu solusi cerdas dari permasalahan yang sedang mereka alami secara cepat," sambungnya.

Butuh Support System

Selain pentingnya mendapatkan informasi yang terpercaya, adanya support system yang mampu diandalkan untuk mempermudah perjalananan ibu serta menjaga kebahagiaannya juga dianggap penting. Psikolog Anak dan Keluarga, Samanta Elsener, mengungkapkan, para ibu membutuhkan sumber dukungan terpercaya sehingga mampu menyeimbangi waktunya untuk dapat menjalani perannya sebagai ibu dengan sebaik mungkin.

Selain mendapatkan dukungan dari keluarga, kerabat maupun dari platform digital, perlu diketahui juga bahwa ibu yang bahagia adalah ibu yang bisa memberikan yang terbaik bagi anaknya. Untuk mencapai hal tersebut penting bagi ibu untuk memperhatikan dirinya (self-care) serta mencintai dirinya sendiri (self-love).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore