Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Februari 2022 | 03.20 WIB

Jadi Energi Positif di Rumah Mertua: Perhatikan, Pelajari, Sesuaikan

PERHATIAN TULUS: Pelajari kebiasaan atau hal-hal yang disukai ibu mertua. Misalnya, ibu mertua senang ngeteh saat pagi. Minum teh bareng sambil mengobrol hangat bisa membuat interaksi lebih cair. Foto merupakan ilustrasi. (FOTO: ILUSTRASI DIPERAGAKAN LILA - Image

PERHATIAN TULUS: Pelajari kebiasaan atau hal-hal yang disukai ibu mertua. Misalnya, ibu mertua senang ngeteh saat pagi. Minum teh bareng sambil mengobrol hangat bisa membuat interaksi lebih cair. Foto merupakan ilustrasi. (FOTO: ILUSTRASI DIPERAGAKAN LILA

Bagaimana agar hubungan serumah menantu dan mertua terasa lebih nyaman? Untuk meminimalkan ’’benturan’’ perbedaan, mulailah dengan berupaya ’’melenturkan’’ hati.

---

KENAPA tinggal di rumah mertua? Pasti ada faktor tertentu sehingga pasangan memutuskan tinggal bersama orang tua. Bisa jadi karena diminta orang tua untuk menemani. Masih menabung untuk memiliki rumah atau mengontrak rumah sendiri. Atau berbagai alasan lainnya.

Apa pun alasannya, menantu pria maupun wanita yang tinggal di rumah mertua perlu menyesuaikan diri. Tinggal bersama keluarga lain, dengan tata cara dan kebiasaan yang berbeda, tentunya harus mampu membawa diri. Mulailah berupaya ’’melenturkan’’ hati agar fleksibel. Agar jika terasa ada ’’benturan’’ perbedaan, lebih mudah menerima dan ikhlas menyesuaikan.

Bisakah ’’membangun surga’’ di rumah mertua? Kebanyakan menantu, terutama perempuan, sering merasa ’’bermasalah’’ dengan ibu mertua. Terasa ada saja yang tidak klop. Ada saja yang bikin tidak nyaman. Hal itu bisa terjadi pada menantu yang bekerja maupun yang di rumah saja.

Berikut sejumlah langkah agar hubungan serumah menantu dan mertua bisa terasa lebih nyaman.


1. Buka komunikasi santun dan terbuka sejak awal pindah. Tunjukkan sikap bahwa Anda terbuka untuk berkomunikasi. Ramah dan berendah hatilah dengan tulus. Sejak awal, jangan bebani hati dan pikiran dengan rasa negatif apa pun. Perlahan perhatikan, pelajari, dan sesuaikan diri.

2. Tunjukkan sikap siap bekerja sama sebagai anggota tim yang baru. Sigap membantu. Tentu dengan santun memohon izin lebih dulu.

3. Sesempat mungkin libatkan diri dalam kegiatan keluarga mertua.

Dalam keseharian, selalu berikan perhatian kepada bapak dan ibu mertua. Seperti apa?


• Tiap jumpa pagi, biasakan ucapkan salam selamat pagi.

• Tawarkan diri pada ibu/bapak mertua untuk menghubungi Anda, saat mereka memerlukan.

• Jika pulang dari kantor atau bepergian, sesekali bawakan oleh-oleh untuk mertua. Meski sesederhana apa pun. Bagi mertua, kasih sayang Anda-lah yang membahagiakan. Bukan apa yang dibawa.

• Jika ngobrol dengan mertua, banyaklah bertanya atau minta nasihat tertentu. Kebanyakan orang tua senang dan merasa berharga jika dimintai saran atau nasihat.

Menjadi energi positif di rumah mertua. Bagaimana sebaiknya?


• Hindari berselisih dengan suami di depan mertua.

• Hindari fokus pada kekurangan sifat anggota keluarga besar yang mana pun dan merasa tidak nyaman. Fokus untuk membangun kerukunan.

• Bila merasa kurang cocok, bisa berkoneksi secukupnya.

• Jadilah menantu yang ’’aman’’. Bila mendapat cerita tentang orang lain di keluarga besar, pastikan Anda simpan saja. Cukup dengarkan dan berhenti hanya di Anda. (*)




*) BABY JOEWONO, Founder & trainer at Baby Joewono Soft Skills Center Penulis buku Optimizing You with Brain-based Soft Skills dan Soft Skills Solid, Profesi Melejit

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore