
Ilustrasi ayam utuh. (freepik)
JawaPos.com-Tahun baru imlek identik dengan berbagai hidangan khas. Termasuk ayam utuh atau bebek yang disajikan utuh satu ekor.
Setiap hidangan imlek tidak hanya berfungsi sebagai makanan, tetapi juga sarat akan makna dan simbol pengharapan di tahun yang baru.
Ayam utuh khas imlek umumnya dimasak dengan cara dikukus atau direbus menggunakan kuah jahe serta irisan daun bawang. Selain menjadi menu dalam perayaan, ayam utuh juga sering digunakan sebagai bagian dari persembahan kepada leluhur dalam ritual.
Lantas, mengapa ayam utuh selalu hadir saat tahun baru imlek? Merangkum informasi dari laman party.alibaba.com, berikut tujuh alasan mengapa ayam dijadikan sebagai salah satu hidangan wajib disajikan pada saat tahun baru imlek.
Keharmonisan keluarga
Pada tradisi tiongkok, ayam utuh melambangkan keharmonisan, kelengkapan, dan kebersamaan keluarga. Biasanya ayam utuh dimasak dengan dikukus atau direbus, dengan tambahan jahe dan daun bawang. Ayam utuh menjadi hidangan utama saat perayaan tahun baru imlek.
Membawa energi positif
Pada budaya tiongkok daging ayam dianggap bersih. Sehingga sering dihubungkan dengan lima kebajikan seperti kemurahan hati, kesopanan, kebenaran, kebijaksanaan, dan kepercayaan yang dapat membawa pengaruh positif.
Lambang kemakmuran
Dalam bahasa mandarin, kata ayam atau (ji) terdengar seperti nasib baik. Sementara itu, dalam bahasa kanton, ayam atau (gai) terdengar mirip dengan kata keberuntungan. Hal tersebut semakin memperkuat nilai kebaikan ayam sebagai hidangan wajib saat imlek.
Persembahan favorit
Ayam menjadi unggas dengan nilai tinggi. Sehingga ayam diternakkan untuk dikonsumsi serta sebagai persembahan pada ritual tradisi tionghoa. Ayam digunakan sebagai persembahan favorit sejak zaman dinasti han. Hal ini terjadi karena ukurannya yang mudah diolah dan makna simbolis di baliknya.
Tanda penghormatan
Sebagai salah satu komponen persembahan pada leluhur, ayam utuh menjadi penanda bakti pada orang yang sudah tiada dan bentuk kesopanan dalam ritual. Berbagi ayam utuh mengisyaratkan memperkuat kedudukan sosial dan penghormatan. Para tetua akan menerima bagian-bagian tertentu seperti sayap atau paha dari ritual sebagai bentuk rasa hormat.
Bergizi

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
