Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Desember 2025 | 17.13 WIB

Psikologi: Ini 7 Ciri Orang Merasa Kesepian Selama Natal Dibandingkan Momen Lain dalam Setahun Berlalu

ciri orang merasa kesepian selama natal menurut psikologi. (Freepik/ azerbaijan_stockers) - Image

ciri orang merasa kesepian selama natal menurut psikologi. (Freepik/ azerbaijan_stockers)

JawaPos.com – Dalam kajian psikologi, momen Natal sering dikaitkan dengan meningkatnya rasa kesepian pada sebagian orang.

Natal kerap dipersepsikan sebagai waktu kebersamaan, sehingga psikologi kesepian menjadi lebih terasa dibandingkan hari lain.

Dari sudut pandang psikologi, kesepian saat Natal dapat muncul akibat tekanan sosial dan ekspektasi emosional.

Psikologi memandang Natal sebagai periode sensitif yang bisa memperkuat perasaan kesepian secara tidak disadari.

Dilansir dari geediting.com pada Senin (22/12), bahwa ada tujuh ciri orang merasa kesepian selama natal dibandingkan momen lain dalam setahun berlalu menurut psikologi.

  1. Kamu cenderung perfeksionis

Perfeksionisme membuat seseorang menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk segala aspek perayaan hari raya.

Pohon harus didekorasi dengan sempurna, hadiah harus dibungkus rapi, dan makanan harus tanpa cela.

Ketika realitas tidak memenuhi ekspektasi yang mustahil ini, perasaan gagal dan kecewa mulai muncul.

Riset menunjukkan perfeksionisme berkaitan erat dengan perasaan terisolasi dan mengorbankan hubungan sosial demi standar yang dibuat sendiri.

Yang lebih buruk, perfeksionis sering menahan diri untuk terhubung secara autentik karena terlalu sibuk mengelola kesan orang lain.

  1. Kamu seorang introvert

Introvert memerlukan waktu menyendiri untuk mengisi ulang energi setelah berinteraksi dengan orang lain dalam waktu lama.

Musim perayaan pada dasarnya adalah maraton sosial yang panjang dengan pesta, kumpul keluarga, dan acara bertubi-tubi.

Bagi introvert, ini bukan hanya melelahkan tetapi benar-benar menguras tenaga secara fisik, mental, dan emosional.

Riset menunjukkan introvert mengalami kehilangan energi saat berinteraksi sosial, terutama dalam acara yang tidak berhenti selama masa perayaan.

Paradoksnya, kamu bisa dikelilingi banyak orang di pesta namun tetap merasa sendirian karena stimulasi konstan menciptakan kelelahan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore