Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Mei 2023 | 05.41 WIB

Aksi Nyata Pengurangan Sampah di Tempat Wisata lewat Ekonomi Sirkular

Ilustrasi sampah plastik .(Shutterstock) - Image

Ilustrasi sampah plastik .(Shutterstock)

JawaPos.com – Pengurangan sampah masih menjadi salah satu isu lingkungan yang terus digaungkan berbagai pihak. Masalah ini bukan hanya timbul karena kurangnya kesadaran masyarakat  akan kebersihan lingkungan tapi juga pengelolaan sampah yang belum tepat.

Berdasarkan data yang diungkap Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Pada 202, jumlah sampah telah menvapai 67,8 ton per tahun. Diperkirakan akan meningkat 5 persen setiap tahunnya. Dan 15 persen dari jumlah tersebut merupakan sampah plastik.

Menanggapi tantangan ini, pemerintah Indonesia telah meluncurkan sejumlah inisiatif menuju Indonesia Bebas Sampah 2025. Namun masih diperlukan aksi nyata dari semua pihak dalam rantai nilai sampah untuk turut mengurangi volume sampah. 

Untuk itu, YABB mendukung inisiatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf RI) dalam pengelolaan sampah di tempat wisata. Lewat Catalyst Changemaker Ecosystem (CCE) gelombang kedua, YABB berupaya membantu menyelesaikan permasalahan sampah melalui penerapan ekonomi sirkular di Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

Monica Oudang, Chairperson Yayasan Anak Bangsa Bisa menyatakan, YABB mengambil peran dan aksi untuk mendukung program pendampingan pengelolaan sampah di destinasi wisata Indonesia. “Lewat CCE, kami berkomitmen untuk membantu agenda Pemerintah Indonesia dalam mencapai 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, serta penanganan timbulan sampah lautan pada 2025,” ungkap Monica baru-baru ini.

Melalui kolaborasi dengan para pembuat dampak, YABB akan menerapkan solusi inovatif berbasis ekosistem untuk mempercepat transisi ekonomi sirkular menuju Indonesia bebas sampah.  Sebab, upaya yang berjalan sendiri-sendiri tidak akan cukup untuk menghasilkan perubahan jangka panjang.

“Untuk itu, kami terus berupaya untuk merancang inisiatif yang mendukung agenda pemerintah melalui tiga kegiatan utama CCE, yaitu Link Up (bersatu), Sync Up (melebur), dan Scale Up (berkembang),”sambungnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore