Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Oktober 2025 | 21.48 WIB

3 Keterampilan Kerja yang Harus Diajarkan Orang Tua kepada Anak Remaja Mereka Supaya Dapat Bersaing Di Era AI Seperti Saat Ini

Ilustrasi, orang tua yang mengajarkan kepada anak remajanya cara bijak menggunakan AI. Freepik/ freepik.


JawaPos.com - Dunia yang mengutamakan AI (Artificial Intelligence) seperti saat ini membuat banyak 'pekerjaan' diambil alih oleh AI. Banyak perusahaan tidak lagi merekrut hanya berdasarkan hafalan fakta atau kemampuan teknis yang terbatas.

Kualifikasi perekrut bergeser, alih-alih menghindari AI, mereka kini menghargai orang-orang yang dapat belajar, beradaptasi, berkolaborasi, dan membuat keputusan yang bijak dengan AI sebagai alat.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua sebaiknya mempersiapkan anak remajanya supaya dapat bersaing di dunia kerja yang berdampingan dengan AI seperti saat ini.

Dilansir JawaPos.com dari timesofindia pada Jumat (24/10), ada tiga keterampilan yang harus orang tua ajarkan mulai sekarang ke anak remaja mereka di rumah supaya mampu memenuhi kualifikasi rekruter di masa depan.

 
Baca Juga: Meningkatkan Keterampilan Kerja, Nampaknya Perlu Dilakukan Zodiak Leo Untuk Karir Lebih Baik Bulan Juli Ini

1. Kefasihan Digital dan Literasi AI

Alih-alih melarang anak remaja menggunakan AI, justru sebaiknya orang tua menunjukkan kepada anak remajanya cara menggunakan AI dengan penuh tanggung jawab dan tetap memeriksa fakta serta visualisasi data dasarnya.

Laporan dari Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) menyebutkan bahwa sebesar 39 persen keterampilan inti pekerja akan berubah di tahun 2030, AI dan big data menjadi salah satu keterampilan yang semakin banyak digunakan dalam perusahaan.

Jadi, kenyamanan dengan alat-alat ini menjadi daya tarik kerja yang utama dan perekrut kini mencari tiga hal, yakni kecerdasan terapan, kelancaran digital, dan ketangkasan profesional.

Kecerdasan terapan berhubungan dengan pengetahuan yang tertulis di buku, kefasihan digital berarti kenyamanan menggunakan alat-alat seperti visualisasi data, analitik berbasis AI, dan otomatisasi. Sementara ketangkasan profesional salah satunya mampu mempelajari suatu hal dengan cepat.
 
Baca Juga: 10 Tanda Seseorang Punya Keterampilan Komunikasi Buruk Meski Terlihat Banyak Bicara

2. Seni Komunikasi dan Bercerita dengan Data

Cobalah anak remaja mempresentasikan anggaran keluarga satu halaman, menjelaskan penelitian kepada kerabat, atau membuat poter data singkat. Praktik ini untuk melatih anak remaja tentang seni komunikasi dan bercerita dengan data, mengubah angka menjadi kata-kata persuasif.

Jajak pendapat nasional Pew tahun 2024 menunjukkan bahwa komunikasi dan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan utama yang dianggap penting oleh pekerja dan perusahaan.

Latihlah anak remaja dengan pembelajaran sprint atau proyek singkat, memelajari alat atau bahasa baru. Dengan demikian keterampilan komunikasi, bercerita, kemampuan menulis dengan jelas, menyajikan data secara persuasif, dan mempresentasikannya akan semakin terasah.

3. Berpikir Kritis dan Literasi Informasi: Bedakan Fakta dari Fiksi AI


Latihlah anak remaja untuk memeriksa sumber bersama, memverifikasi berita viral, membandingkan dua berita, atau mengevaluasi informasi keluaran AI untuk bias dan faktualitas.

WEF menekankan bahwa pemikiran kritis, analitis, dan pembelajaran seumur hidup sebagai keterampilan utama di tempat kerja, karena semua itu membutuhkan literasi informasi yang kuat di dunia yang mengutamakan AI seperti saat ini.

Biarkan remaja memecahkan masalah yang bersifat terbuka. Ini akan melatih kemampuan mereka mengatasi masalah-masalah rumit dan interdisipliner dengan kompromi antar manusia dan tugas-tugas pekerjaan yang tidak dapat sepenuhnya diotomatisasi oleh AI.

Laporan WEF menyebutkan bahwa kemampuan berpikir analitis dan kreatif menjadi keterampilan yang paling banyak dibutuhkan tahun 2027.

Survei WEF juga mengidentifikasi keterampilan analitis atau pemecahan masalah dan berpikir kreatif sebagai keterampilan yang paling bernilai karena AI mengotomatiskan pekerjaan rutin.

Jadi, dengan mengajarkan berpikir kritis, literasi, dan kemampuan beradaptasi, orang tua membekali anak-anak remaja mereka dengan keterampilan yang tidak mudah ditiru mesin AI.

Dengan menanamkan keterampilan-keterampilan tersebut sejak dini akan menjadi fondasi bagi kesuksesan karier dan pertumbuhan pribadi anak-anak remaja mereka di masa depan.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore