
Ilustrasi kekerasaan saat menagih hutang. (freepik)
JawaPos.com-Beberapa orang seringkali panik saat didatangi penagih utang. Tidak jarang reaksi panik itu membuat seseorang bersikap kasar sehingga situasi menjadi tegang dan sulit dikendalikan.
Disamping itu, masih banyak perusahaan pembiayaan yang menggunakan jasa debt collector dalam proses penagihan utang. Pasalnya mereka kerap menggunakan cara-cara kasar seperti paksaan bahkan kekerasan fisik ketika menagih.
Akibatnya, tidak jarang muncul kasus penganiayaan sampai perampasan barang seseorang yang tidak mampu melunasi angsurannya. Tindakan seperti ini tidak diperbolehkan dalam proses penagihan karena melanggar hukum karena merugikan pihak berhutang. Selain itu hl tersebut bertentangan dengan etika profesi debt collector.
Untuk menghindarinya, anda tidak perlu merasa takut. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya anda tetap tenang dan profesional saat menghadapi debt collector.
Merangkum dari laman pid.kepri.polri.go.id dan jdih.sukoharjokab.go.id, berikut adalah enam langkah yang bisa membantu anda dalam menghadapi debt collector.
Menerima kedatangan dengan tenang
Langkah pertama menghadapi debt collector adalah dengan menerima keadaan mereka dengan sikap tenang. Tidak perlu memberikan reaksi yang berlebihan, sebab maksud kedatangan penagih hutang adalah meminta klarifikasi dan kepastian pembayaran. Menghindar atau menunjukkan sikap agresif justru bisa memperkeruh suasana dan memperburuk keadaan anda.
Periksa identitas, surat tugas, sertifikasi
Setelah itu, anda bisa memeriksa identitas penagih orang tersebut. Tanyakan mereka berasal dari lembaga mana, serta minta untuk menunjukkan surat tugas resmi dan sertifikasi SP3. Apabila debt collector tidak bisa menunjukkan berkas-berkas dan surat tugas resmi, anda berhak untuk menolak dan mengabaikan kedatangannya. Langkah ini ditujukan untuk menghindari anda dari penagih illegal dan risiko penipuan.
Jelaskan kondisi keuangan
Selanjutnya anda bisa menjelaskan secara jujur dan terbuka mengenai kondisi keuangan yang sedang dialami termasuk, alasan keterlambatan pembayaran. Bersikap kooperatif dan negosiasi akan menunjukkan adanya iktikad baik dari anda. Cara ini dapat membuat penagih akan terbuka untuk mencari solusi dan menyusun jadwal pembayaran sesuai dengan kemampuan anda.
Buat kesepakatan
Upayakan menyelesaikan permasalahan dengan kekeluargaan. Jika sudah mencapai kesepakatan segera lakukan pembayaran sesuai prosedur yang sudah ditetapkan. Pastikan mencatat semua bukti pembayaran resmi dari kwitansi, transfer, ataupun bukti yang lain.
Bertindak saat terjadi paksaan
Jangan mau ketika anda dipaksa menandatangani berkas-berkas yang tidak anda ketahui. Segera panggil kerabat, tetangga, atau perangkat desa untuk menjadi saksi. Saat terjadi intimidasi, ancaman, atau kekerasan, anda bisa merekam kejadian tersebut untuk bukti. Saat anda berada di tempat umum, minta bantuan orang sekitar agar tidak terjadi kekerasan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
