Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 04.25 WIB

Benarkah Retinol Bikin Kulit Tipis? Dokter Jelaskan Cara Kerja, Mitos Pengelupasan, dan Tips Aman Penggunaan

Ilustrasi kulit tipis pada wajah ( Dok. Freepik)

JawaPos.com - Isu mengenai efek retinol terhadap ketebalan kulit tengah menjadi bahan perbincangan di dunia perawatan kulit. Banyak yang percaya bahwa bahan aktif satu ini bisa membuat kulit menjadi tipis dan sensitif. Namun, pernyataan itu ternyata tidak sepenuhnya benar.

Dalam tayangan di kanal YouTube @dr.kamilajaidi, seorang dokter kecantikan menjelaskan secara ilmiah bagaimana sebenarnya cara kerja retinol di kulit manusia dan mengapa anggapan bahwa retinol membuat kulit tipis adalah hoaks besar.

Menurut dr. Kamilah, retinol merupakan turunan dari vitamin A, salah satu zat yang berperan penting dalam regenerasi sel kulit. Ia menjelaskan, vitamin A sendiri terbagi menjadi beberapa bentuk, yaitu tretinoin acid, retinal, retinol, dan retinil.

Nah, retinol yang biasa ditemukan dalam produk perawatan kulit merupakan bentuk yang lebih lembut dan perlu melalui dua kali proses konversi di kulit sebelum akhirnya menjadi retinoic acid, zat aktif yang benar-benar bekerja di tingkat sel.

Dalam penjelasannya, dr. Kamilah menyebut retinol ini bisa dianggap sebagai "cucu" dari retinoic acid. "Fungsinya adalah untuk meregenerasi kulit, yaitu mengganti lapisan kulit lama dengan yang baru. Pada tahap awal penggunaan, kamu mungkin merasa kulit tampak lebih tipis, padahal sebenarnya kulit sedang beradaptasi dan mengalami proses pembaruan sel."

Retinol bekerja lebih perlahan, namun tetap efektif untuk memperbaiki kualitas sel kulit mati dan menggantikannya dengan sel kulit baru yang lebih sehat. Proses inilah yang sering disalahartikan oleh banyak orang.

Pada awal penggunaan, beberapa orang mungkin merasa kulitnya menjadi lebih kering, sedikit mengelupas, atau tampak lebih sensitif. Sensasi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa kulit menjadi tipis. Padahal, menurut dr. Kamilah, kondisi ini hanyalah bagian dari proses adaptasi kulit terhadap bahan aktif yang kuat seperti retinol.

Justru dalam jangka panjang, sekitar 8 hingga 12 minggu pemakaian rutin, retinol terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan ketebalan lapisan kulit.

"Vitamin A itu merupakan kandungan anti-aging. Jadi dia akan meningkatkan elastisitas kekenyalan, jadi kulit kamu bukannya makin tipis, tapi makin tebal dan makin kenyal plumpy," jelas dr. Kamilah.

Selain itu, penggunaan retinol juga membantu mengecilkan pori-pori. Ketika sel kulit mati terangkat dan tergantikan oleh sel baru, permukaan kulit menjadi lebih rata dan bersih. Kombinasi retinol dengan agen eksfoliasi seperti AHA atau BHA dapat menghasilkan kulit yang tampak lebih cerah dan lembut, asalkan digunakan secara bergantian, bukan bersamaan.

Kesalahan Penggunaan Retinol yang Sering Terjadi

Namun, dr. Kamilah menegaskan bahwa penggunaan retinol tidak boleh sembarangan. Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna pemula adalah langsung memakai dosis terlalu tinggi. Akibatnya, kulit menjadi merah, terasa perih, hingga terkelupas. Kondisi itu bukan disebabkan oleh retinol yang menipiskan kulit, melainkan karena skin barrier atau lapisan pelindung kulit mengalami iritasi akibat adaptasi yang terlalu cepat.

Tips Aman Menggunakan Retinol untuk Pemula

Untuk itu, ia menyarankan agar pemula selalu memulai dengan low dose dan low frequency, artinya dosis rendah dan frekuensi pemakaian yang tidak terlalu sering.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore