Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 21.00 WIB

Rambut Rontok karena Obat? Kenali Jenisnya dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Ilustrasi seorang pria yang mengalami kerontokan rambut (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria yang mengalami kerontokan rambut (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Rambut rontok bisa menjadi mimpi buruk, apalagi bila penyebabnya adalah obat-obatan yang kita konsumsi. Banyak orang tidak menyadari bahwa resep dokter maupun obat bebas tertentu dapat memicu kerontokan rambut. Kabar baiknya, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan bisa pulih dengan perawatan yang tepat.

Kerontokan rambut akibat obat sering disebut drug-induced hair loss. Kondisi ini terjadi ketika kandungan obat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Kebanyakan kasus akan membaik setelah konsumsi obat dihentikan, namun pada situasi yang jarang, kerontokan dapat bersifat permanen.

Sebagian besar kerontokan rambut dari obat dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu ketika rambut berada dalam fase istirahat (telogen). Namun, beberapa obat seperti kemoterapi dapat memicu anagen effluvium, di mana rambut rontok pada fase pertumbuhan (anagen).

Proses pemulihan rambut bervariasi. Rambut yang rontok karena telogen effluvium biasanya mulai tumbuh kembali 6-9 bulan setelah penghentian obat. Sedangkan kerontokan akibat anagen effluvium, seperti kemoterapi, umumnya pulih dalam 2–6 bulan meski terkadang tekstur, warna, dan ketebalan rambut berubah.

Meskipun rambut rontok terasa mengkhawatirkan, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum berhenti minum obat apapun. Menghentikan obat secara mendadak dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Jika menghentikan atau mengganti obat tidak memungkinkan, ada beberapa langkah alami dan perawatan rumah yang dapat membantu memperlambat atau membalikkan kerontokan rambut.

Melansir dari Medical News Today, inilah beberapa kandungan yang bisa digunakan untuk merawat rambut rontok.

1. Nutrisi dan Suplemen

Vitamin dan mineral berperan penting dalam pertumbuhan sel, termasuk rambut. Kekurangan vitamin D, zat besi, atau vitamin C dapat memicu kerontokan. Tes darah bisa mendeteksi kekurangan ini. Mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral, atau menambah suplemen sesuai anjuran dokter, dapat membantu rambut tumbuh kembali.

2. Minoxidil Topikal

Minoxidil (Rogaine) yang dijual bebas dapat dioleskan ke kulit kepala. Enzim di kulit kepala mengubah minoxidil menjadi bentuk aktif yang memperpendek fase telogen dan mendorong pertumbuhan baru. Hasilnya biasanya terlihat dalam 3-6 bulan.

3. Minyak Biji Labu

Minyak biji labu mengandung asam lemak yang dapat menghambat enzim 5-alpha reductase, penyebab kerontokan rambut. Studi pada hewan menunjukkan aplikasi topikal minyak ini dapat merangsang pertumbuhan rambut, sehingga menjadi pilihan alami yang menarik.

Jika perawatan alami tidak menunjukkan hasil setelah beberapa bulan, konsultasikan dengan dokter untuk opsi lain seperti terapi medis atau perawatan profesional.

Jenis Obat yang Dapat Menyebabkan Rambut Rontok

Berbagai jenis obat diketahui dapat memicu kerontokan rambut, di antaranya:

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore