Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 03.44 WIB

10 Penyebab Gigi Kuning yang Jarang Disadari, dari Minuman Favorit Sampai Kebiasaan Kecil

Ilustrasi penyebab gigi kuning (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernah merasa sudah rajin sikat gigi tapi warna gigi tetap kuning? Ternyata, ada banyak faktor tak terduga yang bisa memengaruhi warna gigi kamu.

Mulai dari makanan, minuman, hingga kebiasaan kecil sehari-hari yang tampak sepele, semua bisa jadi penyebab utama gigi kusam dan kehilangan kilau putihnya.

Gigi kuning sering dianggap hanya akibat kurang menjaga kebersihan mulut, padahal faktanya lebih kompleks.

Beberapa minuman favorit yang sering kita konsumsi, bahkan rutinitas kecil yang tanpa sadar dilakukan setiap hari, bisa secara perlahan meninggalkan noda dan membuat gigi tampak kuning.

Dirangkum dari laman Very Well Health dan Altoona Smiles, berikut sepuluh penyebab gigi kuning yang jarang disadari.

  1. Makanan dan Minuman Berpigmen Tinggi

Banyak makanan dan minuman gelap mengandung pigmen (chromogens) yang bisa menempel di enamel gigi, misalnya kopi, teh, wine merah, buah beri, saus tomat, kunyit, dan sebagainya.

  1. Merokok atau Menggunakan Produk Tembakau

Nikotin dan tar di rokok atau produk tembakau lain bisa menyebabkan noda yang menguning dan lebih sulit dibersihkan hanya dengan menyikat gigi.

  1. Penuaan (Aging)

Seiring bertambahnya umur, enamel gigi menipis. Karena enamelnya makin tipis, lapisan dalam yang disebut dentin (biasanya lebih kuning) jadi lebih terlihat.

  1. Genetika (Genetic Factors)

Warna dasar gigi, ketebalan enamel, dan transparansi enamel bisa diwariskan. Ada yang sejak kecil sudah punya enamel tipis atau warna dentin yang lebih kuat, sehingga gigi tampak lebih kuning.

  1. Kebersihan Mulut yang Kurang

Bila menyikat gigi, flossing, serta pembersihan rutin di dokter gigi tidak dilakukan dengan baik, plak dan tartar menumpuk ini bisa menyebabkan warna gigi berubah menjadi kuning.

  1. Penggunaan Antibiotik dan Obat-obatan Tertentu

Obat seperti tetrasiklin, doksisiklin, dan beberapa jenis inhalasi (untuk asma, dll.) ketika digunakan saat gigi masih berkembang bisa menyebabkan perubahan warna permanen.

  1. Paparan Fluor Berlebihan

Terlalu banyak fluoride saat masa perkembangan gigi (misalnya dari air minum, pasta gigi, obat kumur) bisa menyebabkan fluorosis yang tampilannya bisa berupa garis atau bercak kuning atau cokelat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore