Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 00.31 WIB

Tren Suntik Botox Dikalangan Remaja, Amankah atau Berbahaya?

Ilustrasi remaja melakukan suntik botox. (ist) - Image

Ilustrasi remaja melakukan suntik botox. (ist)

JawaPos.com – Suntik botox kini bukan jadi hal tabu lagi. Tren ini bahkan tak hanya menjangkit mereka yang berusia matang, tapi juga para remaja.

Co-Founder Eva Mulia Clinic, dr Eddy Widjaja mengungkapkan, botox ini sebetulnya bukan hanya untuk kebutuhan estetik saja. Penggunaan botox juga sudah banyak untuk kebutuhan medis, yang biasanya digunakan oleh para dokter neurologis atau saraf.

“Jadi sebenarnya botox bukan dilakukan buat keren-kerenan aja. Botox diciptakan untuk mengurangi kejang-kejang gitu. Orang matanya yang sering berkedip, rahangnya sering reflek gerak-gerak, itu botox,” ujarnya ditemui usai pembukaan cabang baru Eva Mulia Clinic Depok, Selasa (9/9).

Namun seiring perkembangan zaman, botox juga dimanfaatkan dalam dunia kecantikan. Yang mana, berfungsi untuk mengurangi kerutan hingga menciptakan contour wajah.

Lalu, boleh tidak botox digunakan untuk anak-anak remaja? Menurut Eddy, baiknya tidak. Mengingat pada usia ini, belum kondisi yang membutuhkan suntik botox ini.

“Kalau untuk belasan sih saya rasa untuk estetik jangan. Tapi kalau sudah 20 tahun ke atas, dengan kebutuhan zaman jaman ya, mau entertain atau macam-macam, botox bagus sekali,” jelasnya.

Suntik botox ini memiliki banyak manfaat. Mulai dari meniruskan bentuk rahang, mengurangi kerutan wajah, mengurangi keringat berlebih, hingga mempercantik betis.

Nah, yang perlu diingat, efek botox ini ada jangka waktunya. Meski tergantung masing-masing orang, namun rata-rata efeknya bertahan 6 bulan. “Ada yang lebih cepat, ada yang lebih lama. Tapi mungkin 3-4 bulan ditouch-up daerah tertentu,” katanya.

Namun, perlu digaris bawahi pula, bagi pemula tak bisa serta merta diberikan dosis tinggi. Sebab, kata dia, respon di masing-masing orang berbeda-beda. Ada yang cocok, namun tak jarang pula yang kurang cocok dengan merek tertentu.

“Kalau di Eva Mulia, pasien pertama, kita gak ambil dosis optimal. Kita ambil dosis awal, sekitar 40 cc,” jelasnya.

Menariknya, di Eva Mulia Clinic ini, ada reward lain yang diberikan. Yang mana, dalam dua minggu setelah suntikan pertama akan diretouch secara free.

“Karena sekali lagi, kami mengedepankan aman terlebih dahulu,” paparnya.

Dia menegaskan, alih-alih mengejar kecepatan efek dari perawatan yang diberikan, pihaknya lebih mengedepankan keamanan bagi pasien. Sehingga, nantinya, perawatan pun bisa dilakukan lebih berkelanjutan. Hal ini pun berlaku untuk perawatan masalah lainnya, baik itu masalah jerawat ataupun brightening.

Sebagai informasi, Eva Mulia Clinic kini memiliki 10 cabang yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Di cabang terbaru di Depok, Eva Mulia Clinic bahkan menyuguhkan berbagai terobosan. Mulai dari deteksi wajah AI hingga desain kekinian yang sesuai dengan Gen-Z. (mia)


 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore