
Ilustrasi remaja melakukan suntik botox. (ist)
JawaPos.com – Suntik botox kini bukan jadi hal tabu lagi. Tren ini bahkan tak hanya menjangkit mereka yang berusia matang, tapi juga para remaja.
Co-Founder Eva Mulia Clinic, dr Eddy Widjaja mengungkapkan, botox ini sebetulnya bukan hanya untuk kebutuhan estetik saja. Penggunaan botox juga sudah banyak untuk kebutuhan medis, yang biasanya digunakan oleh para dokter neurologis atau saraf.
“Jadi sebenarnya botox bukan dilakukan buat keren-kerenan aja. Botox diciptakan untuk mengurangi kejang-kejang gitu. Orang matanya yang sering berkedip, rahangnya sering reflek gerak-gerak, itu botox,” ujarnya ditemui usai pembukaan cabang baru Eva Mulia Clinic Depok, Selasa (9/9).
Namun seiring perkembangan zaman, botox juga dimanfaatkan dalam dunia kecantikan. Yang mana, berfungsi untuk mengurangi kerutan hingga menciptakan contour wajah.
Lalu, boleh tidak botox digunakan untuk anak-anak remaja? Menurut Eddy, baiknya tidak. Mengingat pada usia ini, belum kondisi yang membutuhkan suntik botox ini.
“Kalau untuk belasan sih saya rasa untuk estetik jangan. Tapi kalau sudah 20 tahun ke atas, dengan kebutuhan zaman jaman ya, mau entertain atau macam-macam, botox bagus sekali,” jelasnya.
Suntik botox ini memiliki banyak manfaat. Mulai dari meniruskan bentuk rahang, mengurangi kerutan wajah, mengurangi keringat berlebih, hingga mempercantik betis.
Nah, yang perlu diingat, efek botox ini ada jangka waktunya. Meski tergantung masing-masing orang, namun rata-rata efeknya bertahan 6 bulan. “Ada yang lebih cepat, ada yang lebih lama. Tapi mungkin 3-4 bulan ditouch-up daerah tertentu,” katanya.
Namun, perlu digaris bawahi pula, bagi pemula tak bisa serta merta diberikan dosis tinggi. Sebab, kata dia, respon di masing-masing orang berbeda-beda. Ada yang cocok, namun tak jarang pula yang kurang cocok dengan merek tertentu.
“Kalau di Eva Mulia, pasien pertama, kita gak ambil dosis optimal. Kita ambil dosis awal, sekitar 40 cc,” jelasnya.
Menariknya, di Eva Mulia Clinic ini, ada reward lain yang diberikan. Yang mana, dalam dua minggu setelah suntikan pertama akan diretouch secara free.
“Karena sekali lagi, kami mengedepankan aman terlebih dahulu,” paparnya.
Dia menegaskan, alih-alih mengejar kecepatan efek dari perawatan yang diberikan, pihaknya lebih mengedepankan keamanan bagi pasien. Sehingga, nantinya, perawatan pun bisa dilakukan lebih berkelanjutan. Hal ini pun berlaku untuk perawatan masalah lainnya, baik itu masalah jerawat ataupun brightening.
Sebagai informasi, Eva Mulia Clinic kini memiliki 10 cabang yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Di cabang terbaru di Depok, Eva Mulia Clinic bahkan menyuguhkan berbagai terobosan. Mulai dari deteksi wajah AI hingga desain kekinian yang sesuai dengan Gen-Z. (mia)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
