Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 21.58 WIB

Growth Mindset: Cara Ubah Pola Pikir Agar Lebih Percaya Diri, Tahan Hadapi Gagal, dan Sukses Lebih Cepat

Ilustrasi orang yang produktif setiap hari. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang produktif setiap hari. (Freepik)

JawaPos.com – Pernahkah Anda merasa putus asa saat menghadapi kegagalan, lalu sulit bangkit untuk mencoba lagi? Pola pikir atau mindset ternyata menjadi faktor utama yang membedakan seseorang yang menyerah dengan mereka yang terus berkembang. Psikolog menyebut, memiliki growth mindset atau pola pikir berkembang adalah salah satu kunci untuk bertahan dan sukses di tengah tantangan.

Apa itu growth mindset?

Menurut psikolog Carol Dweck dari Stanford University, growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang bisa dikembangkan melalui usaha, pembelajaran, dan pengalaman. Sebaliknya, orang dengan fixed mindset meyakini bahwa bakat dan kecerdasan bersifat tetap sehingga sulit berubah. (Stanford News, 2021).

Situs Harvard Business Review (2016) menegaskan bahwa growth mindset bukan sekadar berpikir positif, tetapi cara pandang yang mendorong individu untuk melihat kegagalan sebagai peluang belajar. Artinya, bukan hasil akhir yang dikejar, melainkan proses pembelajaran yang membentuk daya tahan mental.

Mindset tidak hanya berpengaruh pada anak-anak di dunia pendidikan, tetapi juga orang dewasa di berbagai bidang kehidupan. Mahasiswa dengan growth mindset lebih percaya diri menghadapi ujian dan tugas berat. Sementara itu, pekerja di dunia profesional lebih mampu beradaptasi dengan perubahan organisasi.

Studi dari Harvard Business School Online (2020) menjelaskan bahwa karyawan dengan growth mindset lebih terbuka menerima kritik, berani mencoba strategi baru, serta cenderung memiliki performa kerja lebih baik dibanding mereka yang terjebak pada fixed mindset.

Mindset memengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Dalam dunia pendidikan, siswa yang terbiasa berpikir berkembang akan lebih gigih menghadapi kesulitan akademik. Di dunia kerja, mindset memengaruhi cara seseorang menghadapi tekanan dan perubahan. Bahkan dalam kehidupan sosial, mindset menentukan bagaimana individu membangun hubungan, mengelola konflik, hingga meraih kebahagiaan pribadi.

Kapan mindset mulai terbentuk?

Psikolog menyebut bahwa mindset mulai terbentuk sejak dini, yakni pada masa anak-anak saat mereka belajar menghadapi tantangan. Verywell Mind (2023) mencatat bahwa respon orang tua dan guru terhadap kesalahan anak sangat berpengaruh. Anak yang mendapat dorongan untuk mencoba lagi setelah gagal, lebih mungkin mengembangkan growth mindset.

Mengapa growth mindset penting?

Growth mindset penting karena membuat seseorang lebih tangguh menghadapi tantangan hidup. Psychology Today (2023) menjelaskan bahwa pola pikir berkembang mendorong otak untuk tetap aktif mencari solusi, bukan pasrah pada keadaan. Selain itu, growth mindset terbukti menurunkan rasa takut gagal, meningkatkan motivasi, serta memperkuat kesehatan mental.

Studi dari American Psychological Association (APA, 2022) juga menemukan bahwa individu dengan growth mindset lebih mudah beradaptasi dengan perubahan, memiliki rasa ingin tahu tinggi, serta lebih bahagia secara emosional.

Bagaimana cara melatih growth mindset?

Para pakar menyarankan beberapa langkah praktis untuk menumbuhkan growth mindset dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Ubah cara pandang terhadap kegagalan. Anggap kegagalan sebagai proses belajar, bukan akhir segalanya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore