Ilustrasi Kepribadian Avoidant yang Menarik Diri Secara Emosional.
JawaPos.com – Istilah avoidant attachment style dikenal sebagai pola hubungan keterikatan di mana penderitanya suka menarik diri secara emosional.
Orang yang memiliki kecenderungan avoidant biasanya menghindari kedekatan yang intens seolah tidak ingin berhubungan dengan orang lain atau pasangannya.
Dikutip dari ashefagriyapusaka.co.id, kepribadian avoidant dapat dipicu oleh pola asuh orang tua, lingkungan, atau pengalaman masa lalu yang membuat mereka merasa kedekatan emosional berlebih dapat menjadi sumber luka dan ketidaknyamanan.
Dilansir dari akun TikTok @ogestm yang mengunggah perspektif avoidant, reaksi menjauh yang sering dilakukan penderita avoidant disebabkan oleh kondisi kepala dan hati yang berisik sehingga kesulitan untuk menjelaskan hal yang mereka rasakan.
Orang yang menjalin hubungan dengan avoidant biasanya merasa kesulitan dalam memahami pasangannya. Bahkan hal tersebut dapat membuat seseorang merasa tidak dicintai.
Berikut cara khusus untuk kamu yang ingin melanjutkan hubungan dengan seorang penderita avoidant agar mental dan hubunganmu tetap sehat:
Sebelum berusaha memahami kondisi mental pasangan, kamu perlu mengatahui gaya attachment-mu sendiri karena akan memengaruhi pola interaksi dalam hubunga
Jika kamu seorang anxious yang membutuhkan koneksi emosional kuat, kamu akan merasa cemas ketika seorang avoidant menjaga jarak. Hal tersebut lama kelamaan akan membuat hubungan terasa tidak sehat.
Setelah mengetahui attachment style-mu, lakukan self-regulation untuk menenangkan diri dan jangan terlalu bergantung pada pasangan, hal tersebut dapat membuat kamu semakin cemas.
Ketika sudah merasa lebih tenang, bicarakan perbedaan attachment style kepada pasangan tanpa memberikan tuntukan yang berlebihan.
Sebelum memulai komunikasi dengan seorang avoidant, pastikan dirimu berada dalam keadaan tenang. Hal tersebut diperlukan karena penderita avoidant cenderung merasa tertekan ketika menghadapi emosional yang intens, seperti tangisan, amarah, atau tuntutan berlebihan.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
