
Banyak istri tidak sadar bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan sehari-hari bisa membuat suami merasa tidak dihargai dan akhirnya menjauh.
JawaPos.com - Pernikahan bukan hanya tentang janji suci di depan penghulu atau pendeta. Ia adalah perjalanan panjang yang penuh lika-liku, membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan rasa saling menghargai setiap hari.
Sayangnya, banyak pasangan, terutama yang sudah menikah bertahun-tahun, mulai merasa nyaman dan menganggap remeh hubungan mereka. Mereka lupa bahwa cinta butuh dipelihara, dan penghargaan harus tetap diberikan meski sudah saling mengenal luar-dalam.
Dalam banyak kasus, istri yang awalnya penuh perhatian, hangat, dan suportif, secara perlahan mulai mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang membuat suami merasa terpinggirkan. Ini sering terjadi bukan karena niat buruk, melainkan karena kesibukan, kelelahan, atau pola komunikasi yang berubah.
Dilansir dari laman Your Tango, masalahnya, jika dibiarkan, lima kebiasaan ini bisa membuat suami kehilangan rasa keterikatan, merasa tidak dihargai, dan akhirnya menjauh — baik secara emosional maupun fisik.
Nada bicara yang merendahkan — entah disampaikan dengan sindiran, sarkasme, atau tatapan meremehkan — adalah salah satu penyebab utama retaknya hubungan. Dalam psikologi hubungan, perilaku ini masuk dalam kategori contempt (penghinaan), yang menurut penelitian Dr. John Gottman, adalah prediktor nomor satu perceraian.
Ketika seorang pria merasa diremehkan, dia tidak hanya kehilangan rasa hormat terhadap pasangannya, tetapi juga terhadap dirinya sendiri di dalam hubungan tersebut.
Suami pulang larut malam karena lembur, dan istri langsung berkata, “Ah, kamu memang nggak pernah peduli sama keluarga.”
Saat suami mencoba memberi ide, istri memotong dengan, “Ya ampun, ide kamu itu nggak masuk akal.”
Awalnya mungkin dimaksudkan sebagai kelakar atau pelepas stres, tapi jika dilakukan terus-menerus, hal ini mengikis rasa percaya dan koneksi emosional.
Gunakan I-Statement: Alih-alih berkata, “Kamu nggak pernah bantu aku,” ubah menjadi, “Aku merasa kewalahan ketika harus mengurus semuanya sendirian.”
Beri apresiasi kecil, bahkan untuk hal sepele. Misalnya, “Makasih ya udah belanjain sayur.”
Kendalikan nada bicara. Kritik bisa disampaikan tanpa merendahkan.
Bagi sebagian pria, harga diri (self-esteem) sangat erat kaitannya dengan rasa dihormati, terutama di depan keluarga, teman, atau kolega. Ketika istri mengolok-olok atau membuka aib suami di depan orang lain, luka yang ditinggalkan jauh lebih dalam daripada jika hanya terjadi berdua.
Bahkan, menurut studi tahun 2020 yang diterbitkan di Journal of Social and Personal Relationships, ejekan atau penghinaan di depan umum membuat korban merasa tidak aman secara sosial dan menurunkan rasa percaya dalam hubungan.
Menggoda suami di depan teman bahwa ia “lebih sayang ibunya daripada istri”.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
