
ilustrasi dua orang yang sedang berinteraksi, salah satu dari mereka menunjukkan ekspresi defensif saat ditegur. (Freepik)
JawaPos.com - Terkadang, Anda mungkin mendengar seseorang berdalih dengan frasa "itu memang sifatku". Pernyataan ini seringkali digunakan sebagai perisai, bukan sekadar sebuah pengakuan jujur tentang diri. Di balik kata-kata tersebut, biasanya tersimpan sifat-sifat yang kurang baik.
Frasa ini sering dipakai untuk membenarkan perilaku yang merugikan. Melansir dari Geediting.com Minggu (3/8), ada tujuh sifat negatif yang sering muncul dari ucapan tersebut. Memahami hal ini bisa membantu kita melihat lebih dalam.
Berikut adalah tujuh sifat beracun yang sering disembunyikan oleh frasa "itu memang sifatku":
Menolak Bertanggung Jawab
Orang yang sering menggunakan frasa ini cenderung menolak bertanggung jawab atas perbuatannya. Mereka membangun benteng di sekeliling perilaku mereka, menghindari segala bentuk akuntabilitas. Ini adalah cara mereka lari dari konsekuensi.
Pertumbuhan yang Terhambat
Mereka secara sadar memilih untuk membatasi diri dan potensi pribadinya. Mereka tidak mau mengambil langkah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pertumbuhan diri mereka menjadi terhenti.
Kurang Berempati
Sifat ini membuat mereka sulit memahami dan merasakan perasaan orang lain. Mereka menganggap perasaan orang lain kurang penting. Kurangnya empati membuat hubungan mereka terasa dingin.
Minimnya Kesadaran Diri
Frasa ini sering menunjukkan minimnya kesadaran diri yang dimiliki seseorang. Mereka mengkotak-kotakkan diri mereka sendiri tanpa mempertimbangkan kemungkinan perubahan. Mereka tidak sadar akan dampak tindakan mereka.
Pola Pikir Kaku
Individu seperti ini memiliki pola pikir yang kaku, meyakini bahwa sifat mereka tidak dapat diubah. Mereka enggan menerima bahwa karakter bisa dibentuk. Hal ini menghalangi mereka untuk berkembang.
Menolak Perubahan
Mereka cenderung menolak segala bentuk perubahan, baik dalam diri maupun lingkungan. Frasa "itu memang sifatku" digunakan sebagai tameng dari tuntutan perbaikan. Ini menghalangi dialog yang konstruktif.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
