
Tidur siang adalah salah satu strategi pola tidur ideal saat puasa di Bulan Ramadhan (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan membawa perubahan besar dalam rutinitas harian seorang Muslim, termasuk pola tidur dan bangun karena sahur dan ibadah malam seperti tarawih dan tadarus Al-Qur’an.
Perubahan ini dapat memengaruhi ritme biologis tubuh yang dikenal sebagai jam sirkadian tubuh. Riset ilmiah menunjukkan bahwa selama Ramadhan durasi tidur cenderung berkurang sekitar 1 jam dibandingkan sebelum puasa.
Akibatnya, tantangan untuk menjaga kualitas tidur menjadi kunci kesehatan dan produktivitas sepanjang bulan suci. Gangguan tidur ini bukan hanya soal durasi namun juga pola waktu tidur dan bangun yang berubah drastis.
Artikel ini akan membahas mengenai pola tidur ideal di bulan Ramadhan berdasarkan riset kesehatan serta beberapa tips praktis yang bisa diterapkan sebagaimana dilansir dari Jurnal Fisiologi Pakistan dan Jurnal Penelitian Tidur dari National Library of Medicine, Selasa (17/2) :
Pola Tidur Ideal pada Bulan Ramadhan
Sebuah riset menarik menunjukkan bahwa pola tidur cenderung berubah selama bulan puasa yaitu tidur malam menjadi lebih pendek karena jadwal sahur dan ibadah di malam hari.
Pasalnya sahur dan ibadah malam seperti tarawih membuat banyak orang harus bangun lebih awal dan tubuh sering kesulitan untuk mendapatkan tidur yang utuh dan konsisten.
Uniknya, selain durasi tidur di malam hari, penelitian juga mengamati adanya peningkatan waktu tidur siang sebagai cara tubuh menyesuaikan pola baru akibat kurang tidur di malam hari.
Menurut beberapa penelitian, kecenderungan tidur siang ini membantu mengurangi rasa mengantuk di siang hari meskipun tidak ada tambahan jam tidur malam yang panjang.
Tips Membentuk Pola Tidur Ideal Selama Ramadhan
Kunci pola tidur yang ideal dan sehat adalah konsistensi jam tidur dan bangun setiap hari termasuk saat Ramadhan. Konsisten ini bisa membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian sehingga tidur lebih berkualitas.
Misalnya, Anda bisa mengusahakan tidur pada waktu yang sama setelah tarawih atau saat sahur selesai, lalu bangun pada waktu yang sama untuk beraktivitas.
Tips kedua ini artinya membagi jam tidur menjadi dua yaitu beberapa jam setelah tarawih dan beberapa jam setelah sahur. Uniknya, cara ini dinilai lebih realistis selama Ramadhan dibandingkan satu periode tidur yang panjang.
Anda bisa tidur 4 hingga 5 jam di malam hari dan dilanjutkan dengan tidur siang singkat dapat meredakan kelelahan dan membantu menjaga konsentrasi di siang hari.
Tidur siang adalah salah satu strategi cukup kuat untuk mengurangi rasa ngantuk dan menjaga performa mental tanpa membuat tidur malam terganggu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022