Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 02.28 WIB

Jika Kamu Sering Mengigau Saat Tidur, 8 Sifat Ini Mungkin Ada Dalam Dirimu

Ilustrasi mengigau saat tidur. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi mengigau saat tidur. (Pexels.com)

JawaPos.com - Berbicara saat tidur terdengar seperti hal sepele, sekadar gumaman acak di tengah malam yang mudah diabaikan. Tapi bagi sebagian orang, itu seperti mimpi yang tak sabar untuk keluar dari kepala. 

Kadang terdengar seperti curhat setengah sadar, kadang seperti sandiwara absurd dari pikiran yang lupa kalau tubuh sedang istirahat.

Yang menarik, fenomena ini bukan sekadar kebiasaan aneh. Psikolog dan peneliti tidur menemukan bahwa mereka yang sering mengigau ternyata punya pola kepribadian tertentu yang diam-diam cukup kuat.

Dilansir dari VegOut, berikut ini delapan ciri halus yang sering dimiliki oleh orang-orang yang hobi ‘bicara tengah malam’ tanpa sadar.

1. Menyimpan sisa-sisa emosi lebih banyak dari yang terlihat

Bayangkan danau tenang yang siang harinya terus dilempari kerikil kecil. Riaknya mungkin tidak terlihat, tapi ketika malam tiba, airnya belum juga benar-benar tenang.

Begitulah orang yang mengigau. Mereka tidak selalu terlihat emosional, tapi banyak hal kecil tertahan di bawah permukaan. 

Obrolan yang belum selesai, rasa cemas yang belum hilang, atau pikiran-pikiran kecil yang seolah tidak penting tapi sebenarnya membekas.

Saat tidur, semua itu mencuat. Bukan dalam bentuk drama besar, tapi gumaman acak yang justru lebih jujur daripada ekspresi siangnya.

2. Secara alami ekspresif bahkan tanpa sadar

Ada orang yang suka memendam, ada pula yang secara alami suka mengekspresikan perasaan. Pengigau termasuk yang kedua.

Mereka biasanya penuh cerita, suka menggambarkan sesuatu dengan detail, bahkan kadang tanpa sadar ngomong sendiri saat mencuci piring. Pikiran mereka seperti radio yang selalu memutar siaran, meskipun tidak ada yang mendengarkan.

Saat tidur, tombol "off"-nya tidak benar-benar berfungsi. Otak mereka tetap memancar, bahkan saat tubuh sedang istirahat.

3. Pemikir dalam, bukan reaktif

Bukan berarti lambat, tapi otak mereka butuh waktu untuk memproses. Seringkali, hal-hal yang terjadi di siang hari baru dipikirkan sepenuhnya saat malam tiba ketika kesadaran sudah memudar dan filter mental menipis.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore