Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 15.32 WIB

5 Cara Tragedi Hidup Mendewasakan hingga Benar-benar dapat Mengubah Seseorang

Ilustrasi orang yang merenungi tragedi hidup. (Pexels.com/billow926) - Image

Ilustrasi orang yang merenungi tragedi hidup. (Pexels.com/billow926)

JawaPos.com - Setiap manusia punya tragedi hidupnya masing-masing, ada yang ditinggalkan orang tersayang, kehilangan pekerjaan, dikhianati orang terpercaya, serta hal pahit lainnya.

Mengutip dari laman Fakultas Psikologi UII pada Rabu (04/06) dalam bukunya Emotional First Aid: Healing Rejection, Guilt, Failure, and Other Everyday Hurts, Winch menyebutkan bahwa ada tiga luka psikologis yang ditimbulkan ketika kita mengalami tragedi hidup, yakni kegagalan. 

Pertama, bisa melemahkan keyakinan. Kedua, bisa membahayakan harga diri. Serta yang ketiga, tragedi hidup ini memicu stres dan ketakutan yang tidak kita sadari sehingga tanpa sengaja merusak upaya-upaya yang dilakukan.

Melansir dari laman Your Tango pada Rabu (04/06) inilah 5 cara tragedi hidup yang mendewasakan hingga benar-benar dapat mengubah seseorang.

1. Sadar bahwa kamu lebih kuat dari yang apa yang dipikirkan

Kita menjadi lebih tangguh dengan secara bertahap mengatasi rintangan dan peristiwa tragis dalam hidup, dan kemudian menerapkan pelajaran yang dipelajari ke area lain dalam hidup kita.

Ben Michaelis, Ph.D., psikolog klinis dan ahli kesehatan mental, mengatakan, "Hanya melalui pengalaman mengatasi tragedi hidup atau mengatasi rintangan inilah kita dapat mengembangkan kepercayaan diri dan keyakinan yang dibutuhkan untuk menjadi tangguh."

2. Berhenti lari dari hal-hal yang sulit

Dalam budaya kita yang menghindari rasa sakit, ada persepsi umum bahwa yang paling sehat secara psikologis dan spiritual adalah mereka yang menghindari krisis. 

Orang-orang hanya diuji dalam kekuatan mereka ketika mereka menghadapi kesulitan atau krisis, inilah saatnya diri kita yang sebenarnya keluar. Entah itu menyikapi dengan tenang atau malah meluapkan emosi negatif.

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa menghadapi masalah secara langsung, alih-alih menghindari atau menyangkalnya, mengarah pada beberapa manfaat, termasuk peningkatan ketahanan, peningkatan keterampilan pemecahan masalah, dan peningkatan kesadaran diri. 

Dengan menghadapi tantangan secara langsung, individu dapat mengembangkan rasa diri yang lebih kuat, belajar mengelola emosi yang sulit dan mendapatkan wawasan berharga untuk situasi masa depan.

3. Mengambil risiko yang lebih berarti

Banyak orang tidak mengambil risiko yang diperlukan untuk benar-benar mencapai sesuatu yang hebat dalam hidup mereka, semua karena mereka tidak tahu apakah dapat mengelola kegagalan atau tidak.

Psikolog perusahaan Dave Popple, Ph. D., berkata, "Karena kegagalan dalam skala yang lebih besar adalah pengalaman yang tidak diketahui, orang-orang yang belum mengalaminya cenderung menghancurkannya. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore