
ilustrasi pebisnis yang sukses (dok Freepik)
JawaPos.com - Memulai usaha sering kali dianggap hanya soal modal, strategi, dan lokasi.
Namun, dalam budaya Jawa, ada satu rahasia sukses yang tak kalah penting: memilih hari baik berdasarkan primbon Jawa dan tanggal lahir Anda.
Meski dianggap mitos oleh sebagian orang modern, tradisi ini masih dipercaya oleh banyak pelaku usaha tradisional sebagai kunci keberuntungan dalam menjalankan bisnis.
Apa Itu Primbon Jawa dan Mengapa Penting?
Primbon Jawa adalah kitab kuno berisi perhitungan hari baik, ramalan nasib, hingga petunjuk hidup yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur masyarakat Jawa. Di dalamnya terdapat sistem perhitungan yang rumit berdasarkan weton gabungan antara hari kelahiran dan pasaran (hari pasar Jawa) yang dipercaya dapat menentukan keberuntungan atau hambatan seseorang, terutama saat memulai usaha.
Bagi masyarakat Jawa, membuka usaha tanpa memperhatikan hari baik bisa membawa energi negatif, seperti hambatan usaha atau kerugian. Sebaliknya, memilih waktu yang tepat diyakini dapat membuka pintu rezeki, menarik pelanggan, dan membuat bisnis berkembang pesat.
Bagaimana Cara Menentukan Hari Baik Menurut Primbon?
Melansir dari Laman Primbon.com pada Minggu (1/6), Menentukan hari baik menurut primbon Jawa melibatkan perhitungan neptu, yaitu nilai numerik yang diberikan untuk setiap hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Setiap hari dalam seminggu memiliki nilai tertentu; misalnya, Minggu bernilai lima, Senin empat, Selasa tiga, Rabu tujuh, Kamis delapan, Jumat enam, dan Sabtu sembilan.
Selain itu, ada lima hari pasaran yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon, yang juga memiliki nilai masing-masing, seperti Legi bernilai lima, Pahing sembilan, Pon tujuh, Wage empat, dan Kliwon delapan.
Untuk menentukan neptu seseorang, nilai hari kelahirannya dijumlahkan dengan nilai pasaran pada hari tersebut. Contohnya, seseorang yang lahir pada hari Rabu Pahing akan memiliki neptu sebesar tujuh (nilai Rabu) ditambah sembilan (nilai Pahing), sehingga totalnya adalah enam belas. Nilai inilah yang menjadi dasar untuk mencocokkan dengan hari-hari pembukaan usaha yang harmonis dan membawa keberuntungan.
Selain menghitung neptu, primbon juga mengenal konsep hari pantangan dan hari keberuntungan. Hari pantangan adalah hari-hari yang memiliki nilai yang bertentangan dengan neptu seseorang sehingga dapat membawa hambatan dalam usaha. Sebaliknya, hari keberuntungan memiliki nilai yang serasi atau harmonis sehingga dipercaya dapat mendatangkan energi positif, kelancaran rezeki, dan kesuksesan usaha.
Perhitungan ini juga memperhatikan faktor-faktor lain seperti fase bulan, hari pasaran besar, arah mata angin, bahkan kecocokan weton dengan pasangan jika usaha dijalankan bersama. Dengan kombinasi perhitungan tersebut, primbon memberikan panduan yang detail agar pemilihan hari untuk memulai usaha dapat selaras dengan energi alam dan pribadi pelaku usaha.
Hari-Hari yang Dianggap Penuh Keberuntungan
Dalam primbon Jawa, terdapat beberapa hari yang secara umum dianggap membawa energi keberuntungan khususnya untuk memulai usaha. Hari-hari ini dipilih karena posisinya yang harmonis dalam siklus waktu Jawa dan diyakini mampu memperkuat aliran rezeki serta memudahkan pelaku usaha dalam menghadapi berbagai rintangan.
Melansir dari Kanal Youtube @Tombo Ati Story pada Minggu (1/6), Salah satu hari yang paling populer adalah Rabu Legi. Kombinasi hari Rabu yang melambangkan keseimbangan dengan pasaran Legi yang melambangkan manisnya hasil dianggap sangat ideal untuk membuka usaha karena dipercaya membawa kelancaran dan berkah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
