
Petugas kurban mengemas daging kurban menggunakan besek yang terbuat dari anyaman bambu di Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (11/8/2019). Penggunaan wadah daging kurban yang terbuat dari bambu ini dilakukan sebagai pengganti plastik. Hal ini dilakukan untu
JawaPos.Com — Penggunaan plastik sekali pakai untuk membagikan daging kurban mempunyai masalah tersendiri. Pembagian daging kurban yang membutuhkan banyak bungkus membuat sampah plastik berpotensi melimpah pasca Idul Adha.
Pada tahun 2023, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan Surat Edaran Pedoman Pelaksanaan Idul Adha Tanpa Plastik. Surat edaran ini dirilis dengan pertimbangan untuk mencegah potensi timbulan sampah kantong plastik sekali pakai pembungkus daging kurban yang pada tahun 2023 diprediksi mencapai 119 juta lembar kantong plastik.
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah menghimbau panitia untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Dan menggantinya dengan cara mengajak warga membawa wadah sendiri atau mengganti pembungkus daging dengan alternatif lain.
Beberapa alternatif bungkus kemasan daging kurban yang bisa digunakan oleh panitia kurban untuk mengurangi banyaknya timbulan sampah plastik sekali pakai antara lain:
1. Besek
Kalau daerah kamu dekat dengan pengrajin besek atau bahkan daerahmu banyak pengrajin besek. Kamu bisa bekerjasama dengan pengrajin besek untuk menciptakan siklus ekonomi produk lokal yang berkelanjutan sebagai wadah daging kurban.
Ukuran besek yang biasa digunakan paling kecil adalah 15X15 yang menurut pantauan penulis Jawa Pos di berbagai toko daring dibanderol dengan harga Rp.1600 per biji.
2. Daun Jati
Selain dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban juga bermanfaat untuk mempertahankan kualitas daging. Berdasar artikel ilmiah berjudul Daun Jati sebagai Pembungkus Daging Sapi/Kambing pada Green Qurban 1444 H di Universitas Syiah Kuala, daun jati mengandung senyawa anti mikroba untuk membantu memperlambat pertumbuhan patogen atau mikroorganisme yang dapat berbahaya bagi manusia.
3. Bonsang
Bonsang atau bongsang merupakan keranjang yang terbuat dari anyaman bambu dengan lubang yang lebih besar. Biasanya, bonsang digunakan untuk membungkus tahu sumedang atau tape.
Untuk alasnya, kamu bisa menggunakan daun pisang, daun jati hingga daun pepaya. Sebagai perkiraan, harga satu biji bonsang diperkirakan mencapai Rp.1500.
4. Kotak Thinwall
Penggunaan kotak thinwall sudah sering kita temukan sebagai wadah makanan. Kamu bisa menggunakan kotak thinwall sebagai bungkus daging kurban karena potensi wadahnya yang bisa digunakan kembali atau didaur ulang.
Untuk menjaga keamanan daging kurban sebagai bahan makanan, kamu bisa mencari kotak thinwall dengan logo segitiga daur ulang nomor lima atau nomor dua. Dilansir dari laman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, kode segitiga dua berasal dari plastik HDPE (High Density Polyethylene) yang aman digunakan berkali-kali dan bisa didaur ulang.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
