Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 20.12 WIB

Vivid Dream: Saat Mimpi Terasa Nyata, Apa Penyebab dan Dampaknya bagi Kesehatan?

Seorang wanita yang bingung mimpinya terasa nyata. (Pexels/Photo by Matheus Bertelli) - Image

Seorang wanita yang bingung mimpinya terasa nyata. (Pexels/Photo by Matheus Bertelli)

JawaPos.com - Mimpi adalah fenomena alami yang dialami setiap orang saat tidur. Namun, terkadang mimpi tersebut terasa sangat nyata, seolah-olah kita benar-benar mengalami kejadian tersebut. Fenomena ini dikenal dengan istilah vivid dream atau mimpi hidup, yang dapat meninggalkan kesan mendalam pada pikiran dan emosi kita.

Dilansir dari Healthline pada Selasa (27/05), artikel ini akan mengupas penyebab vivid dream terjadi, alasan di balik mengapa mimpi terasa begitu nyata, serta dampak yang dapat ditimbulkan dari mimpi jenis ini bagi kualitas tidur dan kesehatan secara umum.

Apa Itu Vivid Dream dan Kenapa Mimpi Bisa Terasa Sangat Nyata?

Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami mengapa manusia bermimpi. Namun, satu hal yang mereka yakini adalah mimpi memiliki peran penting dalam proses penyimpanan dan penghapusan memori di otak. Mimpi yang terjadi selama tidur berfungsi untuk memilah informasi yang penting dan membuang yang tidak diperlukan. Karena itu, meskipun kita tidak selalu ingat mimpi, tidur yang disertai mimpi dapat membuat kita merasa lebih segar saat bangun.

Vivid dream sendiri adalah mimpi yang sangat hidup, bisa positif maupun negatif, dan sering kali terasa sangat realistis. Biasanya, mimpi ini muncul selama fase tidur Rapid Eye Movement (REM), yang terjadi berkala setiap 90 menit dan berlangsung sekitar 20 hingga 25 menit dalam satu siklus tidur. Sekitar 25% dari waktu tidur orang dewasa dihabiskan dalam fase REM, yang memberikan banyak kesempatan untuk mengalami mimpi hidup.

Penyebab Vivid Dream Terjadi

1. Stres dan Kecemasan

Masalah hidup sehari-hari, seperti tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau perubahan besar dalam hidup, dapat memicu mimpi yang intens dan terasa nyata. Trauma berat, seperti kematian orang terdekat atau kecelakaan, juga meningkatkan risiko mengalami mimpi buruk yang vivid. Kecemasan khususnya dikaitkan dengan peningkatan mimpi yang mengganggu.

2. Gangguan Tidur

Masalah tidur seperti insomnia atau narkolepsi dapat menyebabkan kurang tidur dan meningkatkan frekuensi mimpi hidup. Perubahan jadwal tidur, misalnya akibat perjalanan jauh dengan perbedaan zona waktu, juga dapat memperbesar kemungkinan mengalami vivid dream.

3. Pengaruh Obat-obatan

Beberapa jenis obat, seperti antidepresan, beta blocker, obat tekanan darah, obat Parkinson, dan obat berhenti merokok, dilaporkan dapat menyebabkan mimpi menjadi lebih nyata dan intens.

4. Penyalahgunaan Zat

Konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan narkoba rekreasional, maupun proses penghentian penggunaan obat-obatan tersebut dapat memicu vivid dream, khususnya mimpi buruk.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore