
Pasangan sedang berbicara serius, kunci menjaga kepercayaan dan komunikasi agar hubungan tetap kuat dan harmonis.
JawaPos.com - Meski beberapa orang menikmati kehidupan lajang, sebagian besar manusia secara alami menginginkan hubungan intim. Namun, menjaga hubungan agar langgeng tidaklah mudah.
Statistik perceraian di AS menunjukkan sekitar 40% pernikahan pertama berakhir gagal, sementara pernikahan berikutnya punya peluang sukses yang lebih kecil.
Apa penyebab utama hubungan percintaan hancur? Selain kurangnya keintiman dan masalah finansial?
Dilansir dari Your Tango, berikut ada 6 pembunuh hubungan paling umum yang sering diabaikan pasangan:
1. Masalah Kepercayaan
Kepercayaan adalah pondasi utama dalam menjaga kedekatan dan keintiman. Namun, membangun dan mempertahankannya tidak mudah. Masalah kepercayaan bisa bermacam-macam, mulai dari keputusan keuangan hingga ketergantungan emosional.
Seringkali, ada masalah yang belum terselesaikan seperti kebiasaan berjudi salah satu pasangan atau ketidaksepakatan pindah kota. Hal ini bisa menimbulkan kecurigaan yang menghantui keseharian hubungan.
2. Perselingkuhan dan Kecemburuan
Perselingkuhan menjadi salah satu alasan paling menghancurkan hubungan. Baik perselingkuhan emosional maupun fisik, dampaknya seringkali sangat menyakitkan. Bahkan tuduhan tanpa bukti pun bisa merusak kepercayaan dan keintiman.
Penting untuk membicarakan rasa takut dan curiga secara terbuka dan tanpa menghakimi. Mengabaikan masalah ini hanya akan memperburuk kondisi hubungan.
3. Kesulitan Komunikasi
Banyak pasangan merasa mereka seperti berbicara dalam bahasa yang berbeda. Kurangnya komunikasi yang sehat menyebabkan pasangan merasa terasing dan menjalani kehidupan seperti teman serumah, bukan pasangan hidup.
Komunikasi buruk juga bisa menimbulkan rasa penghinaan dan sarkasme yang semakin memecah belah.
4. Ketidakseimbangan dalam Hubungan
Ketidakseimbangan muncul ketika salah satu atau kedua pasangan tidak memprioritaskan hubungan, seperti lebih sering menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman, dan mengabaikan pasangan.
Ketidakseimbangan ini menimbulkan rasa tidak dihargai dan diabaikan. Misalnya, selalu merayakan hari besar hanya di keluarga satu pihak atau salah satu pasangan mengambil semua keputusan liburan.
5. Masalah Kecocokan
Meskipun “berbeda itu menarik”, perbedaan nilai dan pandangan hidup yang sangat besar membuat hubungan sulit bertahan. Contohnya perbedaan dalam merayakan tradisi atau pandangan agama yang bisa menjadi titik konflik.
Hanya pasangan yang benar-benar berdedikasi yang mampu mengatasi masalah kecocokan besar ini.
6. Perilaku Abusif
Perilaku abusif, baik fisik maupun psikologis, tidak boleh ditoleransi. Marah berlebihan, penghinaan, hingga sikap dingin yang terus-menerus dapat menghancurkan kepercayaan dan keintiman.
Penelitian menunjukkan bahwa pelecehan psikologis memiliki dampak PTSD yang bahkan lebih kuat daripada pelecehan fisik. Mengatasi perilaku ini penting demi keselamatan dan kesehatan mental kedua pasangan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
