Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 06.42 WIB

Hari yang Sebaiknya Dihindari untuk Hendak Melamar Pasangan, Menurut Primbon Jawa

Hari yang Sebaiknya Dihindari untuk Hendak Melamar Pasangan, Menurut Primbon Jawa (Freepik) - Image

Hari yang Sebaiknya Dihindari untuk Hendak Melamar Pasangan, Menurut Primbon Jawa (Freepik)

JawaPos.com - Melamar pasangan adalah salah satu momen paling penting dalam hidup. Namun, dalam tradisi Jawa, tidak semua hari cocok untuk melakukan lamaran. Ada perhitungan tersendiri yang dipercaya bisa mempengaruhi lancar tidaknya proses tersebut. Tradisi ini dikenal dengan ilmu Kejawen dalam primbon Jawa, yang salah satunya mengatur soal “hitungan hari baik dan kurang baik untuk melamar.”

Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube yang membahas primbon yakni Sandaning Ratu, hitungan ini tidak berdasarkan tanggal lahir, melainkan hari dan pasaran saat acara lamaran dilakukan. Setelah nilai hari dan pasaran dijumlahkan, hasilnya dibagi lima. Dari situ muncul tipe hitungan: Tiba Soma, Tiba Duda, Tiba Ronda, Tiba Sida, atau Tiba Riya. Nah, dari kelima tipe itu, ada tiga yang sebaiknya dihindari karena dianggap kurang baik.

Pertama adalah “Tiba Duda,” yang artinya lamaran tidak disetujui dari pihak laki-laki. Hitungan ini muncul dari jumlah neptu 7, 12, dan 17. Misalnya, jika kamu melamar di hari Selasa Wage (jumlah neptu 7) atau Kamis Pahing (jumlah neptu 17), hasil hitungan bisa jatuh ke Dudo.

Kedua adalah “Tiba Randa,” yaitu lamaran tidak diterima dari pihak perempuan. Tipe ini muncul dari jumlah neptu 8, 13, dan 18. Contohnya adalah hari Senin Wage (jumlah neptu 8) atau Sabtu Wage (jumlah neptu 13). Tipe ini sangat dihindari karena secara makna, perempuan tidak bersedia menerima lamaran.

Yang ketiga adalah “Tiba Riya,” yang berarti keluarga atau saudara pihak wanita tidak merestui lamaran. Ini juga sangat penting diperhatikan karena dalam budaya Jawa, restu keluarga besar memegang peran penting. Tipe Rio muncul dari jumlah neptu 10 dan 15, seperti pada Jumat Wage atau Kamis Pon.

Menghindari hari-hari ini bukan berarti percaya penuh pada takhayul, tapi sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan usaha untuk meminimalkan hambatan dalam proses lamaran. Lagipula, bukankah lebih baik jika kita melakukan sesuatu yang penting dengan penuh persiapan, termasuk secara spiritual dan budaya?

Jadi, buat kamu yang sedang merencanakan lamaran, pastikan bukan hanya hati yang siap, tapi juga waktu yang tepat. Hindari hari-hari yang masuk dalam hitungan Duda, Randa, dan Riya jika ingin prosesnya lancar. Semoga lamaranmu berjalan mulus, penuh berkah, dan segera menuju ke pelaminan. Aamiin.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore