
Ini Tanggal dan Jam Terbaik untuk Hajatan Menurut Primbon Jawa (Freepik)
JawaPos.com - Menggelar acara besar seperti pernikahan, pindahan rumah, atau bahkan memulai usaha baru, tentu tidak bisa asal-asalan.
Selain persiapan matang dari segi fisik dan mental, masyarakat Jawa juga percaya bahwa pemilihan waktu sangat berpengaruh terhadap kelancaran acara. Dalam budaya Jawa, ada kepercayaan bahwa setiap tanggal dan jam memiliki karakter atau watak tersendiri.
Nah, berdasarkan penjelasan dari salah satu video di kanal youtube yang sering membahas primbon yakni Sabdaning Ratu, berikut ini panduan memilih tanggal dan jam terbaik untuk segala macam hajatan menurut primbon Jawa.
Primbon Jawa menyebut bahwa tidak hanya hari, bulan, dan tahun yang penting, tetapi juga tanggal dan jam pelaksanaan harus dipertimbangkan. Ada lima kolom tanggal yang dianggap baik untuk mengadakan hajatan. Kolom pertama berisi tanggal 1, 6, 11, 16, 21, dan 26. Kolom kedua terdiri dari tanggal 2, 7, 12, 17, 22, dan 27, dan seterusnya hingga kolom kelima yang memuat tanggal 5, 10, 15, 20, 25, dan 30.
Selain tanggal, yang tak kalah penting adalah jam pelaksanaan. Jam terbaik dibagi menjadi lima waktu, yaitu: 06.00 – 08.30, 08.30 – 11.00, 11.00 – 13.30, 13.30 – 16.00, 16.00 – 18.00
Setiap kombinasi tanggal dan jam memiliki watak tertentu yang disebut sebagai “tibo.” Ada lima jenis tibo, yaitu:
Tibo Pitutur – penuh nasihat dari orang-orang terdekat.
Tibo Slamet – mendatangkan keselamatan dan kelancaran.
Tibo Rejeki – dipercaya membawa keberkahan rezeki.
Tibo Palangan – rawan kendala dan hambatan.
Tibo Pacakwesi – dianggap kurang baik atau bahkan membawa kesialan.
Tentu yang paling dianjurkan adalah memilih kombinasi waktu yang jatuh pada Tibo Slamet atau Tibo Rejeki, karena diyakini membawa keselamatan dan kemudahan rezeki dalam hajatan. Sementara Tibo Palangan dan Pacak Wesi sebaiknya dihindari karena bisa membawa hambatan dan hasil yang tidak sesuai harapan.
Sebagai penutup, meskipun semua rezeki dan nasib ada di tangan Tuhan, sebagai manusia kita tetap dianjurkan untuk berusaha dan berhati-hati, termasuk dalam memilih waktu untuk hajatan. Tradisi Jawa ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk kearifan lokal dalam menjaga harmoni dan keberkahan. Semoga dengan mengikuti panduan ini, hajatanmu bisa berjalan lancar, penuh berkah, dan membawa kebahagiaan untuk semua.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
