Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 21.14 WIB

Waspadai Cedera saat Berolahraga: Ini Perbedaan Cedera Ringan dan Berat

Pentingnya mengenali cedera ringan dan berat dalam aktivitas fisik - Image

Pentingnya mengenali cedera ringan dan berat dalam aktivitas fisik

JawaPos.com – Aktivitas olahraga memang membawa banyak manfaat bagi tubuh, namun risiko cedera tetap tidak dapat dihindari.

Penting bagi atlet, pelatih, dan orang tua untuk memahami perbedaan antara cedera ringan dan cedera berat agar dapat memberikan penanganan yang tepat sejak dini.

Cedera olahraga umumnya terbagi menjadi dua kategori, cedera ringan dan cedera berat.

Perbedaan utama terletak pada tingkat keparahan, durasi pemulihan, serta dampaknya terhadap fungsi tubuh dan aktivitas fisik.

“Diagnosis yang tepat menjadi langkah awal sebelum pengobatan, penting untuk mengetahui jenis cedera pasien,” jelas dr. Asa Ibrahim, Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi dalam youtube @FKKMKUGMOfficial.

Cedera ringan biasanya tidak menyebabkan kerusakan jaringan parah dan dapat sembuh dalam beberapa hari hingga minggu.

Beberapa contohnya cedera ringan seperti, memar ringan atau kontusio,keseleo ringan atau sprain grade 1, nyeri otot atau pegal, lecet kulit akibat gesekan.

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons atau AAOS, cedera ringan dapat ditangani dengan prinsip RICE atau Rest, Ice, Compression, Elevation, tanpa perlu intervensi medis lanjutan.

Atlet dengan cedera ringan umumnya dapat kembali beraktivitas dalam waktu singkat jika diberi waktu pemulihan yang cukup.

Sebaliknya, cedera berat melibatkan kerusakan struktur tubuh yang lebih kompleks dan sering kali membutuhkan penanganan medis, terapi fisik, bahkan operasi.

Beberapa contoh cedera berat antara lain,robekan ligamen atau tendon seperti ACL tear, patah tulang atau fraktur, dislokasi sendi, dan cedera kepala atau tulang belakang.

Sebuah penelitian dalam British Journal of Sports Medicine, menemukan bahwa cedera berat lebih sering terjadi pada olahraga kontak tinggi seperti sepak bola, rugby, dan bela diri.

Penanganan cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti gangguan gerak atau nyeri kronis.

“Penanganan yang tepat untuk cedera olahraga sangat penting, terutama dalam menentukan diagnosis yang benar. Kesalahan dalam diagnosis dapat menyebabkan perawatan yang tidak efektif dan memperburuk kondisi pasien,” jelas dr. Asa Ibrahim.

Cedera berat biasanya ditandai dengan gejala seperti, nyeri hebat dan tidak mereda dengan istirahat, pembengkakan ekstrem, gangguan mobilitas atau kelumpuhan sebagian, perubahan bentuk atau warna ekstremitas, kehilangan kesadaran pada cedera kepala.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore