Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 13.28 WIB

Biar Nggak Salah Kostum: Kupas Tuntas Sistem Layering Saat Mendaki Gunung

ilustrasi Biar Nggak Salah Kostum: Kupas Tuntas Sistem Layering Saat Mendaki Gunung/ freepik - Image

ilustrasi Biar Nggak Salah Kostum: Kupas Tuntas Sistem Layering Saat Mendaki Gunung/ freepik

JawaPos.com - Pernah bingung kenapa pendaki suka pakai banyak lapisan baju? Ternyata bukan sekadar gaya, itu strategi penting yang disebut sistem layering.

Sistem layering adalah cara berpakaian berlapis-lapis untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca gunung yang sering berubah drastis.

Dilansir dari laman YouTube Jaligoeshiking, teknik ini sangat krusial untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama di ketinggian.

Dengan layering, saat cuaca dingin kita bisa tambah lapisan, dan saat gerah tinggal kurangi. Prinsipnya simpel, tapi penerapannya bisa cukup kompleks tergantung situasi.

Apa Itu Sistem Layering?

Sistem layering terdiri dari tiga lapisan utama: baselayer, middle layer, dan outer layer. Masing-masing punya fungsi spesifik yang saling melengkapi.

Baselayer adalah lapisan terdalam yang menyentuh kulit langsung. Biasanya berupa kaos dan celana dalam berbahan quick-dry seperti polyester atau nylon.

Fungsinya untuk menyerap keringat dan menjaga agar tubuh tetap kering, sehingga tidak cepat kedinginan.

Middle layer atau lapisan insulasi berguna untuk mempertahankan panas tubuh. Bisa berupa jaket polar, sweater wool, hingga jaket isian down sintetis maupun alami, pilih sesuai kebutuhan dan budget.

Outer layer atau lapisan pelindung bertugas menghadang angin, hujan, atau salju. Jenisnya antara lain windbreaker, jaket waterproof, atau softshell, tiap-tiap punya keunggulan dan kelemahan sendiri.

Contoh Praktis di Lapangan

Contoh sederhana layering sudah sering kita lakukan, misalnya saat jalan-jalan ke Dieng. Siang cukup pakai kaos, sore tambah jaket, lalu jaket dilepas lagi saat masuk kendaraan biar nggak kepanasan.

Saat naik motor lalu hujan, kita otomatis pakai jas hujan agar pakaian tetap kering, itu juga bagian dari sistem layering. Tapi di gunung, sistem ini harus disesuaikan dengan cuaca ekstrem dan aktivitas pendakian yang intens.

Strategi Layering Berdasarkan Kondisi

Saat trekking aktif di cuaca cerah dan bervegetasi, cukup pakai baselayer, celana trekking, sepatu, dan topi. Kalau angin kencang di tempat terbuka, tinggal tambahkan windbreaker untuk melindungi tubuh dari terpaan udara dingin.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore