Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Mei 2025 | 11.57 WIB

Sering Disepelekan, Ini Manfaat dari Membaca Buku-Buku Fiksi yang Perlu Kamu Ketahui

Ilustrasi seseorang anak yang sedang membaca buku (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang anak yang sedang membaca buku (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Ketika kita masih kanak-kanak, kita akan belajar membaca dengan bantuan dari orang tua atau guru-guru di sekolah. Dan alat untuk belajar membaca kita pertama kali biasanya berupa buku fiksi. 

Begitu kita beranjak dewasa buku-buku yang kita perlahan-lahan akan berbeda dari buku-buku yang biasa kita sentuh. Karena hal ini terdapat kesenjangan antara buku fiksi dan non fiksi. 

Dilansir dari National Library of Medicine, cerita-cerita fiksi sudah lama ada dan ketika kita masih kecil pun kita memiliki kecenderungan untuk bercerita secara spontan. 

Kemampuan bercerita sendiri juga sangat bermanfaat: pertama, menjadi fasilitas kerjasama manusia dalam pembentukan dan penyebaran norma-norma sosial; dan dua, untuk alat menyebarkan informasi yang relevan karena kemudahan untuk mengingat fakta dalam bentuk narasi. 

Seorang pendongen juga akan memiliki keterampilan menjadi mitra sosial yang lebih disukai dan memiliki keberhasilan yang lebih besar. 

Membantu relaksasi dan alat penghibur

Manfaat dari membaca sudah lama diakui, bahkan sejak era Mesir Kuno. Dalam Perpustakaan Theban Kuno milik Firaun Ramses II, terdapat prasasti ‘rumah penyembuhan bagi jiwa’. 

Menurut mereka, saat kita membaca kita akan membenamkan pikiran ke dunia imajinasi. Kegiatan ini akan mendorong fokus yang mendalam, melepaskan pikiran dari gangguan luar, yang kemudian memberikan relaksasi kepada diri. 

Perlu diketahui, bahwa sifat terapeutik dari membaca ini bekerja lebih dari pelarian diri. 

Cerita dapat membantu kita menghadapi dan mengeksplorasi berbagai isu yang relevan dengan kehidupan sehari-hari kita. 

Dengan kita menyaksikan bagaimana tokoh utama dalam cerita tersebut berkembang, gagal, beradaptasi, dan bertahan melalui semua rintangan. Dari situ kita akan mendapatkan pelajaran dan inspirasi. 

Meningkatkan kemampuan berempati

Dilansir dari blog penulis dan life coach Smita Das Jain, kisah-kisah fiksi dapat meningkatkan empati pembacanya dengan sangat baik. 

Saat kita bertemu dan mengetahui kisah dari tokoh-tokoh fiksi, kita mengembangkan pemahaman dan belas kasih yang lebih dalam terhadap orang lain. Karena secara tidak langsung kita menempatkan diri ke posisi orang lain. 

Dengan menyaksikan kemenangan, perjuangan dan emosi mereka, kita belajar untuk berhubungan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore