Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 18.41 WIB

Seni Bersikap Bodo Amat dengan Pendapat Orang Lain: 8 Cara Sederhana Menjalani Hidup Lebih Bahagia

seni bodo amat dengan apa yang dipikirkan orang lain untuk hidup bahagia menurut Psikologi - Image

seni bodo amat dengan apa yang dipikirkan orang lain untuk hidup bahagia menurut Psikologi

JawaPos.com - Ada jurang besar antara hidup sesuai ekspektasi orang dan hidup yang benar-benar membuat kita bahagia. Dan sering kali, perbedaan itu hanya soal satu hal: seberapa besar kita peduli pada apa kata orang.

Terus menerus memikirkan pandangan orang bisa bikin stres, tapi kalau benar-benar cuek juga bisa bikin kita merasa sendirian.

Kuncinya? Menemukan titik tengah. Belajar untuk tidak terlalu peduli bukan berarti jadi egois atau masa bodoh, tapi soal memilih kebahagiaan kita sendiri ketimbang terbebani omongan orang.

Berikut delapan cara sederhana agar hidup kita lebih bebas dan bahagia—dengan memegang kendali sendiri, bukan disetir opini orang lain, dikutip dari Small Business Bonfire, Jumat (18/4).

1. Sadar bahwa tekanan sosial itu ilusi

Kita tumbuh dengan aturan-aturan tak tertulis: harus begini, harus begitu, supaya diterima masyarakat. Tapi, coba pikir: apa benar semua orang memperhatikan kita sedemikian rupa?

Faktanya, kebanyakan orang terlalu sibuk mengurusi hidupnya sendiri. Kita hanya merasa jadi pusat perhatian, padahal kenyataannya tidak. Ini yang disebut spotlight effect—ilusi bahwa semua mata tertuju pada kita.

Jadi, kalau kamu mulai merasa khawatir akan penilaian orang lain, ingat satu hal: sebagian besar dari mereka bahkan tidak memperhatikan. Dan ketika kita betul-betul memahami ini, kita bisa lebih lepas menjalani hidup sesuai kemauan kita.

2. Terima keunikan diri sendiri

Pernah nggak sih kamu ingin melakukan sesuatu, tapi urung karena takut dikomentari orang? Saya pernah. Saya sempat menahan diri untuk melukis hanya karena takut diejek. Tapi ketika saya akhirnya melakukannya, saya merasa bahagia sekali.

Meski beberapa teman menganggap itu buang-buang waktu, saya tetap lanjut. Karena saya sadar, saya hidup untuk diri saya sendiri, bukan untuk validasi orang lain. Dan setiap orang itu unik—termasuk kamu.

Orang akan selalu punya pendapat, tapi itu hanya opini, bukan kebenaran. Jadi, jangan biarkan itu meredupkan cahaya dari dalam dirimu.

3. Ingat bahwa pendapat itu berubah-ubah

Hari ini dipuji, besok bisa saja dicela. Begitulah dunia. Pandangan orang berubah, dan kalau kamu menggantungkan kebahagiaan pada itu, kamu akan kelelahan.

Filsuf Yunani, Heraclitus, bilang, “Tak ada orang yang menginjak sungai yang sama dua kali.” Artinya, segala hal selalu berubah—termasuk opini orang.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore