Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 17.29 WIB

7 Frasa Usang yang Sebaiknya Ditinggalkan Boomers agar Bisa Dekat dengan Generasi Muda

Ilustrasi percakapan antara generasi tua dan generasi muda. (Freepik) - Image

Ilustrasi percakapan antara generasi tua dan generasi muda. (Freepik)

JawaPos.com - Komunikasi antargenerasi sering kali menjadi tantangan tersendiri di era modern ini. Perbedaan latar belakang, pengalaman, dan nilai dapat menciptakan jurang pemisah yang sulit dijembatani. Satu di antara cara untuk memperkecil jurang tersebut adalah dengan memahami dan menyesuaikan gaya bahasa yang kita gunakan.

Generasi muda, dengan segala dinamika dan perkembangan zaman yang mereka alami, memiliki preferensi komunikasi yang berbeda. Beberapa frasa yang dulunya umum digunakan oleh generasi boomer kini dianggap usang dan bahkan dapat membuat generasi muda merasa tidak nyaman atau tidak dihargai. Oleh karena itu, penting bagi generasi boomer untuk menyadari frasa-frasa ini dan berusaha menghindarinya demi membangun koneksi yang lebih baik dengan generasi yang lebih muda.

Dikutip dari Global English Editing pada Senin (24/3), berikut adalah tujuh frasa usang yang sebaiknya dihindari oleh generasi boomer jika ingin terhubung dengan generasi muda:

1. Meremehkan Teknologi

Frasa seperti "Kembali ke zaman dulu saja, semua serba manual lebih baik" sering kali dilontarkan. Ungkapan ini dapat menunjukkan kurangnya apresiasi terhadap kemajuan teknologi. Generasi muda tumbuh dengan teknologi dan menganggapnya sebagai bagian integral dari kehidupan mereka.

2. Mengabaikan Minat Mereka

Pernyataan seperti "Apa sih menariknya main game seharian?" bisa terdengar merendahkan. Minat dan hobi generasi muda sangat beragam dan sering kali berbeda dengan generasi sebelumnya. Menunjukkan ketertarikan, meskipun sedikit, akan lebih dihargai.

3. Memaksakan Jalan Karier Tradisional

"Dulu itu yang namanya kerja ya harus jadi dokter atau insinyur, yang lain kurang jelas." Pandangan ini mungkin tidak lagi relevan bagi generasi muda. Mereka memiliki aspirasi karier yang lebih luas dan terbuka terhadap berbagai macam profesi baru yang muncul seiring perkembangan zaman.

4. Memberikan Terlalu Banyak Nasihat

Meskipun niatnya baik, frasa seperti "Kamu itu harusnya begini, harusnya begitu" bisa terasa menggurui. Generasi muda ingin merasa didengarkan dan dihargai pendapatnya, bukan hanya menerima nasihat yang tidak diminta.

5. Mengabaikan Privasi Mereka

Pertanyaan-pertanyaan yang terlalu pribadi atau komentar tentang penampilan fisik bisa membuat tidak nyaman. Generasi muda sangat menghargai batasan dan privasi. Hindari topik yang terlalu sensitif atau invasif.

6. "Dulu Kami Tidak Seperti Itu"

Membandingkan pengalaman masa lalu dengan kondisi saat ini sering kali tidak membantu. Setiap generasi memiliki tantangan dan keunikannya sendiri. Frasa ini bisa terdengar seolah meremehkan kesulitan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore